Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
BeritaNewsOpinionPemerintahan

Penguatan Perlindungan Pekerja Migran: Bupati Serang Teken MoU Strategis dengan Menteri P2MI

×

Penguatan Perlindungan Pekerja Migran: Bupati Serang Teken MoU Strategis dengan Menteri P2MI

Sebarkan artikel ini
Penguatan Perlindungan Pekerja Migran: Bupati Serang Teken MoU Strategis dengan Menteri P2MI
Example 468x60

itoday.id | Kab. Serang . Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menunjukkan komitmen kuat dan keberpihakan nyata terhadap peningkatan kualitas serta perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Serang. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Penandatanganan ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi momentum strategis bagi Kabupaten Serang sebagai salah satu kantong pekerja migran terbesar di Banten untuk memperkuat sistem pelayanan, perlindungan, dan peningkatan kompetensi bagi warganya sejak dari desa hingga tahap penempatan di luar negeri.

Example 300x600

Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah konkret dan bukan sekadar acara seremonial. Ia menegaskan bahwa Pemkab Serang ingin hadir langsung dalam memastikan seluruh proses keberangkatan warga Serang ke luar negeri berlangsung secara aman, legal, dan memiliki nilai tambah bagi masa depan mereka.

MoU ini mencakup peningkatan perlindungan, penguatan pelatihan vokasi, serta perluasan sosialisasi prosedural hingga level desa-desa yang selama ini menjadi titik awal keberangkatan banyak calon pekerja migran. Dengan kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah pusat, Kabupaten Serang diharapkan menjadi daerah pionir dalam praktik penanganan pekerja migran yang berkelanjutan.

“Serang siap bersinergi penuh. Perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran adalah prioritas kami. Melalui MoU ini, kami ingin memastikan warga Serang berangkat secara prosedural, kompeten, dan pulang dengan membawa kesejahteraan,” kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini sekaligus memperkuat berbagai program strategis yang sudah berjalan di Serang, seperti Desa Migran Emas, penguatan kurikulum kelas migran di SMK/SMA, serta pengembangan kerja sama pendidikan keterampilan melalui Sekolah Rakyat mulai 2026. Program-program tersebut dianggap berpotensi menjadi model bagi daerah lain di Provinsi Banten maupun nasional.

Lebih lanjut, Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menjelaskan bahwa Kabupaten Serang memiliki potensi besar untuk bersaing dalam pasar tenaga kerja global, mengingat jumlah pekerja migrannya yang cukup signifikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Satu Pintu KP2MI, tercatat 2.550 pekerja migran asal Serang telah terdaftar hingga 31 Oktober 2025, dengan tujuan utama Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan kerja yang aman dan berdaya saing di luar negeri. Karena itu, menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk memperluas akses pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi bahasa, serta penguatan kampanye perlindungan yang menjangkau hingga lapisan masyarakat terkecil.

“Dengan dukungan Kementerian P2MI, kami ingin memastikan pelatihan vokasi, pelatihan bahasa, dan sosialisasi perlindungan bisa menjangkau desa-desa. Kami ingin pekerja migran Serang naik kelas dari low skill menjadi tenaga terampil dan bersertifikat,” ujar Bupati Ratu Rachmatuzakiyah

Bupati yakin bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci untuk memperluas peluang kerja sekaligus meminimalisir risiko bagi warga Serang yang bekerja di luar negeri. Upaya ini juga selaras dengan visi Kabupaten Serang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing secara global.

Selain fokus pada calon pekerja migran, Bupati Serang memberikan perhatian khusus kepada purna migran yang telah kembali ke tanah air. Menurutnya, banyak dari mereka yang kembali ke desa dengan kondisi rentan secara ekonomi karena tidak memiliki usaha atau keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kepulangan mereka.

“Pemberdayaan purna migran itu penting. Banyak dari mereka kembali ke desa dengan kondisi rentan. Kami ingin mereka tetap produktif, membuka usaha, dan menjadi contoh sukses bagi warga lain,” jelasnya.

Dalam hal ini, Pemkab Serang berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara BLK daerah, LPK, pemerintah desa, dan lembaga ekonomi lokal agar purna migran bisa mengembangkan usaha produktif dan hidup lebih sejahtera.

Di sisi lain, Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi langkah cepat dan komitmen kuat Bupati Serang yang dinilai progresif dan dapat menjadi contoh bagi bupati maupun wali kota lain di Banten. Menurutnya, kolaborasi antar daerah sangat penting untuk memastikan seluruh pekerja migran Indonesia ditempatkan secara aman, profesional, dan sesuai kompetensi. Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Serang merupakan mitra penting dalam memperluas jangkauan program P2MI, mengingat besarnya kontribusi pekerja migran asal Serang terhadap remitansi nasional. (ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *