itoday.id | Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memperkuat program pelatihan kerja dan vokasi sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka (TPT).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat membuka Rapat Koordinasi Pelatihan Tenaga Kerja dan Vokasi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang di Aula KH Syam’un, Selasa (21/7).
Rapat koordinasi dihadiri unsur pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pelatihan kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang membahas penguatan kolaborasi dalam pengembangan tenaga kerja di Kabupaten Serang.
Najib mengatakan, koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyinergikan program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan kerja dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka mencapai 8,73 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Banten sebesar 6,89 persen dan menjadi yang tertinggi kedua setelah Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini menuntut langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja,” kata Najib.
Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri membuat tenaga kerja harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, pelatihan vokasi harus disusun secara adaptif, berbasis kebutuhan industri, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.
Selain menyiapkan tenaga kerja bagi sektor industri, Pemkab Serang juga mendorong lahirnya wirausaha baru. Potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal dinilai dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat perekonomian desa.
“Peningkatan kapasitas masyarakat tidak hanya diarahkan pada keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan berbasis masyarakat yang mampu melahirkan wirausaha baru serta memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.
Najib mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi agar kompetensi tenaga kerja selaras dengan kebutuhan industri. Ia juga meminta akses pelatihan diperluas bagi pencari kerja, lulusan sekolah, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), penyandang disabilitas, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Menurutnya, pelatihan vokasi tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keterampilan, tetapi juga instrumen pemerataan kesempatan kerja dan pengurangan angka pengangguran.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Serang juga menegaskan komitmennya melanjutkan kerja sama dengan BBPVP Serang dalam pengembangan pelatihan vokasi. Lembaga tersebut dinilai memiliki berbagai program unggulan, mulai dari Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di bidang teknik las, listrik, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), manufaktur, hingga garmen.
Selain itu, BBPVP Serang juga memiliki program Project Based Learning (PBL) di bidang smart manufacturing, smart farming, dan smart tourism, program Green Jobs, pemagangan luar negeri ke Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Jerman, serta Tailor Made Training yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Najib berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja dan pemagangan, serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang.
“Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, kita berharap mampu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Serang Bahagia,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BBPVP Serang, Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Diana Adhianty Utami, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang.

















