Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Gubernur Banten Respons Cepat Video Viral PMI Terlantar di Arab Saudi, Minta BP3MI Bergerak

×

Gubernur Banten Respons Cepat Video Viral PMI Terlantar di Arab Saudi, Minta BP3MI Bergerak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Respons Cepat Video Viral PMI Terlantar di Arab Saudi, Minta BP3MI Bergerak
Example 468x60

itoday.id | Serang – Gubernur Banten Andra Soni bergerak cepat merespons video viral seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Serang, Atilah, yang mengaku tidak bisa pulang dari Arab Saudi. Andra langsung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi untuk memastikan penanganan kasus tersebut.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (22/7/2026). Pertemuan itu dihadiri Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten.

Example 300x600

Dalam rapat tersebut, Andra meminta laporan terbaru terkait kondisi Atilah, warga Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Ia juga meminta seluruh langkah penanganan dilakukan secepat mungkin.

“BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” kata Andra.

Andra menjelaskan, pemerintah masih menjalin komunikasi dengan Atilah melalui aplikasi WhatsApp. Meski dalam beberapa jam terakhir belum mendapatkan balasan, komunikasi yang sebelumnya terjalin menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memantau kondisi dan keberadaan Atilah.

“Pemerintah akan terus memantau sambil menyiapkan langkah-langkah perlindungan melalui pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap mengatakan pihaknya telah mendatangi keluarga Atilah di Walantaka dan menjalin komunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

“Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur,” ujar Wirawan.

Menurut Wirawan, informasi terakhir yang diterima melalui komunikasi WhatsApp menunjukkan Atilah berada di kawasan perbatasan Arab Saudi dan Kuwait. Namun, lokasi tersebut masih diverifikasi sebelum BP3MI berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten Septo Kalnadi menegaskan keselamatan Atilah menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan pekerja migran kita selamat. Soal administrasi dan proses lainnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” kata Septo.

Andra menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memperkuat pelatihan dan pendidikan vokasi bagi calon pekerja migran.

“Harapan kami, pekerja migran asal Banten berangkat secara prosedural, bekerja dengan aman, nyaman, dan mendapatkan perlindungan yang maksimal,” ujar Andra.

Pemprov Banten memastikan akan terus mengawal penanganan kasus Atilah bersama BP3MI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI hingga diperoleh kepastian mengenai kondisi serta proses kepulangannya ke Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *