Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsPemerintahan

Pj Wali Kota Serang Sidak Pelayanan di Disdukcapil Pertama Kerja di Tahun 2024

×

Pj Wali Kota Serang Sidak Pelayanan di Disdukcapil Pertama Kerja di Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Serang Sidak Pelayanan di Disdukcapil Pertama Kerja di Tahun 2024
<![CDATA[]]>
Example 468x60

 

itoday.id | Kota Serang – Penjabat Wali Kota Serang Yedi Rahmat melakukan sidak pelayanan adminsitrasi kependudukan di Disdukcapil, pada Selasa (02/01/2024).

Example 300x600

Penjabat Wali Kota Serang Yedi Rahmat di dampingin Asisten Daerah II mengawali tahun 2024 dengan melakukan sidak pelayanan di Disdukcapil Kota Serang.

Ditemui usai sidak, Pj Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengatakan bahwa sidak ini dilaksanakan untuk melihat kesiapan pelayanan usai libur akhir tahun.

“Kegiatan hari ini untuk melihat pelayanan di Disdukcapil setelah libur, seperti yang dilihat ada beberapa antrian untuk proses administrasi kependudukan,” ucap Yedi Rahmat.

“Saya sudah cek langsung bahwa untuk e-ktp mudah untuk di urusnya dan mungkin hanya beberapa menit saja namun dokumen harus lengkap,” imbuhnya.

Kemudian saat sidak Yedi Rahmat menghampiri warga yang sedang mengurus e-ktp untuk menanyakan bagaimana proses pengurusan e-ktp di Disdukcapil.

Roihah warga Kota Serang mengatakan bahwa proses pembuatan e-ktpnya berlangsung selama dua hari.

“Saya menyerahkan dokumen itu tanggal 29 Desember 2023, baru selesai hari ini dikarenakan diperpotong libur akhir tahun. tadi sampai Disdukcapil jam 9, antri sebentar jam 9.30 sudah bisa di ambil alhamdulillah,” ujar Roihah.

“Mudah-mudahan pelayanan Disdukcapil kedepannya bisa lebih baik untuk masyarakat, jangan sampai ada yang mengantri sampai dengan jam 2. jadi nanti saat tutup jam 3 semua sudah terlayani dengan baik oleh teman-teman Disdukcapil,” tutup Yedi Rahmat.

Menambahkan hal tersebut Kepala Disdukcapil Dulbarid menyampaikan terkait terjadinya antrian pada saat pelayanan administrasi kependudukan.

“Terjadi antrian dengan membeludaknya pelayanan dikarenakan pertama sudah dua hari pelayanan di kecamatan itu rusak sehingga di giring kesini,” ujar Dulbarid.

“Yang kedua, dimasa libur ini kami sebenarnya sudah melakukan inovasi dengan JEBOL dan METU, tetap kami inovasi dan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan,” imbuhnya.

Kemudian Dulbarid menyampaikan target dan kendala dalam pelaksanaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang baru tercapai 2.9 persen.

“Dari target 25 persen itu kita baru 2.9 persen, kendalanya ini karena tidak semua masyarakat itu melek teknologi / digital gitu. masih senang dengan pegang fisiknya,” terangnya.

“IKD tetap bagi kami nomor satu, mungkin nanti akan beralih ke digital. setiap pemohon yang datang antri kesini itu harus mempunyai IKD terlebih dahulu sebagai syarat, baru kami proses,” tutup Dulbarid. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *