Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Perajin Konveksi Di Lebak Kembali Bangkit Usai Di Landa COVID-19

×

Perajin Konveksi Di Lebak Kembali Bangkit Usai Di Landa COVID-19

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id | Lebak – Perajin konveksi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kembali bangkit sejak setahun terakhir usai dilanda COVID-19, sehingga mampu menggulirkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Kami saat ini omzet pendapatan tahun 2022 mencapai Rp400 juta, padahal sebelum COVID-19 rata-rata Rp700 juta/tahun, “kata Enong Muktar, seorang perajin konveksi di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Jumat.

Example 300x600

Usaha industri rumahan itu kembali bangkit dengan meningkatnya omzet pendapatan dibandingkan COVID-19 relatif kecil hingga pengurangan tenaga kerja.

Saat ini, kata dia, permintaan orderan mulai ramai sehingga usaha kerajinan “Enonk Konveksi” di Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung menyerap lima tenaga kerja dari sebelumnya tujuh orang.

Produksi kerajinan konveksi dipastikan April-Juli 2023 kebanjiran orderan, karena memasuki tahun pelajaran, dimana sekolah-sekolah banyak permintaan pakaian seragam dengan harga relatif murah hingga Rp70 ribu/stel.

Selain itu juga melayani kaos promosi, kaos olahraga, jaket, rompi, sweater, batik, training, jas almamater dan sablon.

“Kami berharap omzet meningkat sehingga bisa menambah tenaga kerja hingga puluhan orang,”kata Muktar.

Menurut dia, usaha kerajinan konveksi yang dirintis tahun 2015 itu hingga kini masih bertahan dan bisa membantu program pemerintah setempat untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Kerajinan konveksi dengan peralatan yang belum memadai itu diharapkan adanya bantuan dari pemerintah, karena saat ini yang ada sebanyak mesin jahit empat unit, mesin obras empat unit, mesin kam dua unit dan sablon komputer menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Kekurangan peralatan yang diperlukan itu di antaranya mesin bordir komputer, karena hingga kini masih bekerja dari Tangerang.

“Kami tentu berharap adanya bantuan bordir komputer itu,”kata Muktar.

Ia mengatakan, pihaknya kini terbantu dengan adanya permodalan yang digulirkan pemerintah melalui program kredit usaha rakyat (KUR) melalui BNI dengan mengakses pinjaman kredit Rp50 juta dengan pengembalian bunga relatif kecil 0,3 persen.

Permodalan KUR itu sangat membantu untuk meningkatkan usaha, sehingga bisa terlayani permintaan dari konsumen tersebut.

Namun demikian, pihaknya berharap Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak dapat memberikan pelatihan bimbingan teknis (bimtek) digitalisasi, karena hingga kini pemasarannya masih konvensional.

“Kami belum memasarkan produk kerajinan konveksi melalui digitalisasi dan berharap dapat pelatihan bintek juga masuk ekosistem digitalisasi,”kata Muktar.

Idit (35) seorang perajin konveksi di Cibadak Lebak mengaku pihaknya kini mulai banyak permintaan pesanan pakaian mulai ukuran anak-anak, dewasa hingga busana muslim.

Pihaknya mampu memproduksi pakaian sebanyak 100 lusin/minggu (12 pasang pakaian/lusin) dan dijual berkisar Rp450 ribu sampai Rp650 ribu/lusin tergantung kualitasnya.

Pendapatan penjualan pakaian itu, kata dia, bisa mencapai Rp60 juta/pekan,sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.”Kami berharap usai COVID-19 bisa meningkatkan kembali omzet pendapatan,”kata Idit.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Abdul Waseh mengatakan, pemerintah daerah  mengapresiasi kehadiran kerajinan konveksi karena dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerjaan

Saat ini, pelaku UMKM di Kabupaten Lebak 2022 mencapai 56.000 unit usaha,termasuk perajin konveksi pakaian.

“Kami minta perajin konveksi terus meningkatkan kualitas produksi agar bisa bersaing di pasar dan bisa ekspor,” katanya menjelaskan. (red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *