Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Eksplorasi Taman Nasional Ujung Kulon, Banten Genjot Promosi Ekowisata Kelas Dunia

×

Eksplorasi Taman Nasional Ujung Kulon, Banten Genjot Promosi Ekowisata Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Eksplorasi Taman Nasional Ujung Kulon, Banten Genjot Promosi Ekowisata Kelas Dunia
Example 468x60

itoday.id | Pandeglang – Provinsi Banten terus memperkuat promosi wisata alam unggulan melalui keindahan Taman Nasional Ujung Kulon, kawasan konservasi yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Destinasi ini menawarkan pengalaman ekowisata kelas dunia dengan bentang alam eksotis mulai dari Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, hingga Karang Copong.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, bersama mitra pariwisata melakukan eksplorasi sejumlah destinasi unggulan di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi pariwisata Banten sebagai destinasi ekowisata nasional maupun internasional.

Example 300x600

Eli mengatakan, kunjungan itu bertujuan memperkenalkan kekayaan alam Banten kepada masyarakat luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/6/2026).

Menurut Eli, perjalanan eksplorasi dimulai dari Pulau Handeuleum yang menawarkan pengalaman wisata alam berupa tracking di kawasan mangrove serta pengamatan satwa liar di habitat aslinya.

“Pulau Handeuleum kami melihat kawasan mangrove yang indah, menikmati wisata tracking, serta menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujarnya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Panaitan. Rombongan menginap selama satu malam untuk menikmati berbagai aktivitas wisata, termasuk olahraga selancar serta panorama matahari terbit dan terbenam.

“Kami juga sempat melakukan surfing serta menikmati sunrise dan sunset yang sangat memukau,” ungkapnya.

Eksplorasi berlanjut ke sejumlah destinasi ikonik lainnya seperti Karang Copong yang terkenal dengan tebing karang eksotis, serta Pulau Bocaan yang masih sangat alami dan asri. Sementara Pulau Peucang menjadi salah satu titik favorit wisatawan karena pantai berpasir putih dan keberadaan satwa liar yang mudah dijumpai.

Eli berharap semakin banyak wisatawan berkunjung ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Taman Nasional Ujung Kulon seluruh alamnya sangat indah dan layak dikunjungi. Datanglah ke Banten, namun dengan catatan bahwa alam Banten yang indah ini harus kita jaga bersama dan jangan sampai dicemari,” tegasnya.

Sementara itu, wisatawan asal Bekasi, Dinda, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Pulau Peucang bersama kerabatnya.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Peucang. Seru dan keren banget. Pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” kata Dinda.

Ia menambahkan, pengalaman berwisata di kawasan Ujung Kulon membuatnya ingin kembali berkunjung.

“Lokasinya ternyata sebagus yang ada di media sosial, bahkan lebih indah. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di ujung barat Pulau Jawa juga dikenal sebagai habitat terakhir badak jawa bercula satu di dunia, sekaligus kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, hutan tropis alami, serta gugusan pulau eksotis yang menjadi ikon pariwisata Provinsi Banten.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *