Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, 474 Siswa dari Keluarga Prasejahtera Belajar Gratis

×

Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, 474 Siswa dari Keluarga Prasejahtera Belajar Gratis

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, 474 Siswa dari Keluarga Prasejahtera Belajar Gratis
Example 468x60

itoday.id | Pandeglang – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang resmi beroperasi dan melayani 474 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan kehadiran SRT menjadi langkah penting untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Example 300x600

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 1 Kabupaten Pandeglang, Jumat (28/8).

” Sekolah ini harus dirawat dan dijaga. Saya meminta kepada kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk para gurunya,” kata Dimyati.

Dimyati juga meminta jajaran instansi Pemerintah Provinsi Banten ikut berkontribusi dalam pengembangan SRT. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas diperlukan untuk membentuk generasi unggul dan calon pemimpin bangsa.

Dia menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana. Kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi siswa.

Usai membuka MPLS, Dimyati meninjau sejumlah fasilitas SRT 1 Kabupaten Pandeglang. Dia melihat ruang kelas hingga fasilitas pendukung, termasuk asrama guru.

Kompleks SRT 1 Kabupaten Pandeglang dibangun di atas lahan seluas 11,3 hektare yang merupakan hibah dari Pemkab Pandeglang. Pembangunannya didukung anggaran pemerintah pusat.

Sekolah tersebut dilengkapi 36 ruang kelas dan fasilitas asrama terpadu untuk mendukung kegiatan belajar siswa dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Bagi keluarga kurang mampu, keberadaan Sekolah Rakyat juga memberikan keringanan karena seluruh kebutuhan pendidikan siswa diberikan secara gratis.

Salah satunya dirasakan Ahmad Saruri (32), warga Kampung Pasir Kuntul, Pandeglang. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu menyekolahkan putrinya, Nur Hikmah, di jenjang SMP SRT 1.

“Saya merasa senang. Di sini semua gratis, jadi saya tidak terlalu memikirkan biaya sehari-hari anak di sekolah,” ujar Saruri.

Saruri berharap anak keduanya yang kini duduk di kelas 3 SD nantinya juga bisa memperoleh kesempatan bersekolah di SRT.

Hal serupa disampaikan seorang ibu asal Desa Kananga, Kecamatan Menes, Pandeglang. Dia menyekolahkan putrinya, Kirania Iktiba, di jenjang SMP SRT 1.

“Terima kasih, saya bersyukur. Mudah-mudahan anak saya betah, bisa dibimbing dan dibina menjadi anak yang mandiri dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Kepala SRT 1 Kabupaten Pandeglang Siwi Astuti mengatakan 474 siswa yang saat ini mengikuti pendidikan berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan.

SRT 1 direncanakan memiliki enam rombongan belajar untuk masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA. Kapasitas total sekolah mencapai 540 siswa.

“Untuk SD masih ada kekurangan karena kadang anaknya belum mau atau orang tuanya belum tega melepas anak mereka ke asrama,” jelas Siwi.

Menurut Siwi, Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Pembinaan kemandirian juga menjadi bagian penting dalam pendidikan di sekolah tersebut.

Setelah mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026, para siswa akan menjalani program matrikulasi selama tiga bulan.

Program tersebut menjadi tahap persiapan mental dan akademik sebelum siswa mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *