Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

IWAPI Luncurkan Kampung Hortikultura Percontohan di Kabupaten Serang, Dorong Ketahanan Pangan

×

IWAPI Luncurkan Kampung Hortikultura Percontohan di Kabupaten Serang, Dorong Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
IWAPI Luncurkan Kampung Hortikultura Percontohan di Kabupaten Serang, Dorong Ketahanan Pangan
Example 468x60

itoday.id | Serang – Kebun Greenlight di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, ditetapkan sebagai pilot project atau kampung hortikultura percontohan dalam program Gerakan Perempuan Pangan yang digagas Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI).

Program tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan Gerakan Perempuan Pangan bertajuk “Perempuan Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga” yang digelar di Kebun Greenlight, Sabtu (22/8).

Example 300x600

Peluncuran Kampung Hortikultura dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule bersama Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten Irna Narulita.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi kepada DPP IWAPI, Pemerintah Provinsi Banten, dan Kementerian Pertanian yang telah menginisiasi program tersebut sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPP IWAPI, Pemprov Banten, dan Kementerian Pertanian yang telah menginisiasi launching Kampung Hortikultura. Ini sesuatu yang luar biasa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Serang,” ujar Zakiyah.

Menurutnya, Kabupaten Serang merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Banten dan memiliki potensi besar di sektor hortikultura. Karena itu, penetapan Desa Sukabares sebagai kampung hortikultura percontohan diharapkan dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah lain.

“Saya sangat mengapresiasi karena dijadikan percontohan. Semoga kegiatan ini bisa direplikasi dan diduplikasi oleh desa-desa lain, sehingga tidak hanya di Desa Sukabares tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Serang,” katanya.

Zakiyah menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan. Ia optimistis IWAPI mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Kalau IWAPI sudah bergerak, insyaallah organisasi perempuan lainnya juga bisa mengikuti. Karena ini untuk ketahanan pangan. Jika pangan kita kuat, masyarakat juga akan lebih terjamin dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule mengatakan Gerakan Perempuan Pangan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional yang telah dicapai pemerintah.

Ia menyebut Kementerian Pertanian mendukung penuh gerakan tersebut karena sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Dengan launching pilot project ini diharapkan bisa berkembang secara cepat dan masif secara nasional. Gerakan Perempuan Pangan sangat bersentuhan dengan program pemerintah dan program Presiden untuk memastikan pangan tetap tersedia bagi masyarakat,” kata Taufiq.

Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi menjelaskan Gerakan Perempuan Pangan sebenarnya telah diluncurkan sejak tahun lalu. Namun pada 2026, fokus program diarahkan pada pengembangan kampung hortikultura.

“Masalah utama adalah pangan. Kalau masalah perut aman, maka masyarakat akan lebih mudah mengembangkan usaha dan menjaga kesehatan,” ujar Nita.

Nita mengatakan dipilihnya Kabupaten Serang sebagai lokasi pilot project tidak lepas dari potensi lahan pertanian yang luas dan dukungan berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang Pertanian Susi Andrianis yang mengembangkan lahan padi gogo di kawasan tersebut.

Menurutnya, Kampung Hortikultura Desa Sukabares diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, baik di Kabupaten Serang maupun di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini yang pertama. Ke depan kami akan terus membuka kampung-kampung hortikultura di seluruh Indonesia. Harapannya model yang ada di Sukabares bisa menjadi percontohan bagi daerah lain,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *