Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Gubernur Banten Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin, Soroti Ancaman Gas Metana

×

Gubernur Banten Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin, Soroti Ancaman Gas Metana

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin, Soroti Ancaman Gas Metana
Example 468x60

itoday.id | Tangerang  Serang – Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026). Dalam kunjungan itu, Andra mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin yang dipimpin Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Andra mengatakan kebakaran terjadi sejak beberapa hari lalu dan dipicu kondisi cuaca ekstrem pada musim kemarau. Menurutnya, suhu panas yang berlangsung lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya membuat tumpukan sampah mudah terbakar.

Example 300x600

“Kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu. Tumpukan sampah ini dalam kondisi cuaca yang berdasarkan perkiraan BMKG, 30 tahun terakhir ini yang paling panas dan paling panjang panasnya,” kata Andra kepada wartawan.

Ia menjelaskan api kemudian meluas akibat embusan angin yang cukup kencang.

“Sehingga salah satunya menyebabkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Kemudian kebakaran ini menyebar karena faktor angin,” ujarnya.

Selain memadamkan api di permukaan, Andra meminta petugas mewaspadai potensi bahaya gas metana yang berada di bawah tumpukan sampah. Menurutnya, akses ke area terdampak perlu dibatasi agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.

“Yang perlu diantisipasi saat ini adalah gas metana yang berada di bawah tumpukan. Dari diskusi pihak terkait, untuk antisipasi ada pembatasan orang ke sana dan terkoordinasi. Karena pemerintah kabupaten dan kota turut turun membantu,” jelasnya.

Pemprov Banten, kata Andra, juga telah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan dan menyusun langkah antisipasi. Ia menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di Banten, mengingat sebelumnya kebakaran juga pernah melanda TPA Rawa Kucing.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Andra meminta seluruh pengelola TPA di Banten meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Ia menegaskan setiap TPA harus memiliki sarana pemadam kebakaran serta cadangan air yang memadai.

“Nanti setiap TPA di Provinsi Banten harus memiliki alat pemadam dan sumber atau tampungan air,” tegasnya.

Saat ini kebakaran TPA Jatiwaringin telah ditetapkan berstatus tanggap bencana. Upaya pemadaman melibatkan 16 unit mobil pemadam kebakaran dan mendapat dukungan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain memadamkan titik api, petugas juga melakukan pembasahan di area sekitar untuk mencegah kobaran api semakin meluas.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *