Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Kepala BNN Ungkap Tren Narkoba Cair Meningkat, Masuk Lewat Vape

×

Kepala BNN Ungkap Tren Narkoba Cair Meningkat, Masuk Lewat Vape

Sebarkan artikel ini
Kepala BNN Ungkap Tren Narkoba Cair Meningkat, Masuk Lewat Vape
Example 468x60

itoday.id | Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan tren peredaran narkotika di Indonesia mulai mengalami perubahan. Saat ini, berbagai jenis narkotika ditemukan dalam bentuk cair dan banyak disalahgunakan melalui rokok elektrik atau vape.

Hal itu disampaikan Suyudi saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

Example 300x600

Suyudi mengatakan perkembangan narkotika dunia turut memengaruhi pola peredaran di Indonesia. Tidak hanya sabu atau metamfetamin, ganja hingga etomidate kini juga ditemukan dalam bentuk cair.

“Bapak/Ibu sekalian, perlu saya sampaikan bahwa perkembangan narkotika dunia, termasuk di Indonesia sekarang ini, narkotika jenis cair. Jadi sabu cair, metamfetamin, ganja bahkan cair juga, etomidate cair. Jadi semuanya cair,” ujar Suyudi.

Menurutnya, salah satu jalur utama masuknya narkotika cair tersebut adalah melalui penggunaan rokok elektrik atau vape. Karena itu, BNN sebelumnya telah mengusulkan pelarangan total terhadap penggunaan vape sebagai langkah pencegahan.

“Pintu masuknya salah satunya dan yang paling utama adalah melalui rokok elektrik atau vape. Nah ini yang kami sampaikan pada rapat sebelumnya, kami mengusulkan untuk pelarangan total dalam hal ini,” katanya.

Selain mengungkap tren baru peredaran narkotika, Suyudi juga menyoroti maraknya penyalahgunaan zat etomidate yang mengalami peningkatan signifikan di masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNN membutuhkan dukungan anggaran guna pengadaan alat uji cepat (rapid test) dan tes urine khusus etomidate.

“Kita juga dihadapkan pada munculnya tren zat seperti etomidate yang saat ini sedang marak atau mengalami peningkatan signifikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dukungan anggaran sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Suyudi menjelaskan hingga saat ini BNN belum memiliki alat rapid test untuk mendeteksi kandungan etomidate pada pengguna. Kondisi tersebut dinilai menghambat proses penindakan di lapangan.

Saat menemukan dugaan penyalahgunaan etomidate, petugas hanya dapat membawa sampel ke Pusat Laboratorium Narkotika BNN untuk mengidentifikasi kandungan zat pada barang bukti fisik. Namun, pemeriksaan tersebut belum dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan etomidate dalam urine pengguna secara cepat.

“Alat deteksi ini sangat kami perlukan untuk penindakan di lapangan, sementara saat ini BNN belum memilikinya sama sekali,” kata Suyudi.

Ia menambahkan, ketiadaan alat rapid test etomidate membuat proses penindakan, penentuan status pengguna, hingga upaya penyelamatan menjadi lebih lambat.

“Ketiadaan rapid test zat etomidate ini tentu akan menghambat kecepatan kami dalam menindak, memastikan status pengguna secara akurat, serta mengambil keputusan penyelamatan yang cepat di lapangan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *