itoday.id | Cilegon – Banjir melanda empat kecamatan di Cilegon, Banten, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan sungai meluap, Minggu (8/3/2026). Bencana ini berdampak pada ribuan warga dan merendam ratusan rumah.
Salah satu wilayah terdampak berada di Kecamatan Cibeber. Banjir merendam permukiman warga di Perumahan PCI Blok D, Kelurahan Cibeber. Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 70 jiwa dilaporkan terdampak.
Air masuk ke dalam rumah warga hingga merusak sejumlah peralatan elektronik. Selain itu, aliran listrik di kawasan tersebut sempat terputus sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Banjir diduga dipicu curah hujan tinggi. Kondisi tersebut diperparah keberadaan bangunan liar di bantaran kali serta rendahnya kesadaran warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Dampak banjir paling besar terjadi di Kecamatan Purwakarta, khususnya di Kelurahan Kebondalem dan kawasan Perumahan Metro Cilegon. Data sementara mencatat sebanyak 776 kepala keluarga atau sekitar 1.976 jiwa terdampak, dengan total 834 rumah terendam. Sebanyak 152 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Banjir di wilayah ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (7/3) malam hingga dini hari. Kondisi itu diperparah oleh saluran drainase yang menyempit serta tanggul sungai yang jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Grogol. Sedikitnya 110 rumah warga di sejumlah wilayah terendam, antara lain di Kelurahan Rawaarum dan Kelurahan Kotasari. Total terdapat sekitar 120 kepala keluarga atau 210 jiwa terdampak, dengan 23 warga dilaporkan mengungsi.
Di Kelurahan Kotasari, genangan air terjadi di beberapa lingkungan. Di Link Waseh RT 01 RW 02 tercatat 50 rumah terdampak dengan sekitar 60 kepala keluarga atau 220 jiwa.
Sementara itu, di wilayah Masigit RT 01 RW 02 terdapat sekitar 50 rumah terdampak banjir. Di RT 03 RW 08 tercatat 25 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak, sedangkan di RT 02 RW 08 terdapat 25 kepala keluarga atau 51 jiwa terdampak.
Genangan air di wilayah Grogol juga menutup akses jalan utama sehingga menghambat aktivitas warga.
Saat ini pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah lain, seperti PGA, Purwakarta, dan Sumampir, untuk memastikan jumlah warga yang terdampak banjir secara keseluruhan.

















