itoday. id | Serang – Gubernur Banten Andra Soni menyebut sebanyak 55 persen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten telah memiliki lahan untuk pembangunan gedung. Dari total 1.551 unit koperasi yang direncanakan beroperasi, sebanyak 647 unit di antaranya sudah berjalan dan melayani masyarakat.
Hal itu disampaikan Andra Soni dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi pada kegiatan kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2).
“Kami optimistis KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni dalam sambutannya.
Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng disebut sebagai koperasi percontohan nasional. Koperasi tersebut dinilai memiliki manajemen dan unit bisnis yang lengkap, bahkan dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Budiman Sujatmiko mengatakan pemerintah berkomitmen mempercepat pengentasan kemiskinan melalui berbagai program kerakyatan. Di antaranya Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, BUMDes, Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah subsidi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga program Kampung Nelayan.
“Program-program kerakyatan tersebut dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan berskala besar,” kata Budiman.
Sementara itu, Saifullah Yusuf menegaskan negara harus hadir melindungi masyarakat miskin melalui pola pembangunan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil.“Harus ada keberpihakan kepada masyarakat bawah,” ujarnya.
Senada, Ferry Juliantono berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi roda penggerak perekonomian nasional. Bahkan, menurutnya, koperasi tersebut berpotensi berkembang menjadi ritel modern yang mampu bersaing.“Bahkan bisa menjadi pesaing dan mengalahkan ritel modern,” katanya.
Ia menambahkan, koperasi memiliki keunggulan karena masyarakat sekitar bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik.
“Uang yang beredar dari anggota akan kembali dinikmati anggota,” pungkasnya.

















