itoday.id | Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah hukum Polda Banten. Kegiatan digelar di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten, Rabu (25/2).
Rakor tersebut dihadiri Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi mewakili Gubernur Banten, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, pejabat utama Polda Banten, para Kapolres/Ta jajaran, unsur TNI, serta instansi terkait lainnya.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan pengamanan Idul Fitri bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan tugas besar yang membutuhkan perencanaan matang dan sinergi lintas sektoral.
“Perayaan Idul Fitri bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga tradisi sosial yang memicu mobilitas masyarakat secara masif. Pengamanan arus mudik memerlukan perencanaan dan koordinasi komprehensif,” ujar Hengki.
Ia menyebut capaian kepuasan publik sebesar 92 persen pada pengamanan mudik tahun lalu harus menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan pada 2026 agar lebih terpadu dan profesional.
Hengki juga menyoroti potensi kerawanan, mulai dari kepadatan di pelabuhan, keterbatasan armada penyeberangan, pelanggaran lalu lintas, hingga potensi gangguan kamtibmas seperti curat, curas, curanmor, terorisme, dan gangguan di kawasan wisata.
“Kami minta seluruh instansi meningkatkan koordinasi, memperkuat pengawasan lapangan, dan melakukan penegakan hukum secara tegas namun humanis,” tegasnya.
Dalam rakor itu dibahas pula skema pengaturan arus mudik melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Hengki menjelaskan, penerapan pola hijau, kuning, dan merah akan diberlakukan menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk faktor cuaca berdasarkan informasi BMKG.
Jika terjadi cuaca buruk atau gelombang tinggi, kendaraan akan dialihkan ke kantong-kantong parkir di antaranya di KM 43, KM 68, serta sejumlah titik industri di Cilegon dan Bojonegara sebelum menuju pelabuhan.
Berdasarkan rencana Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi yang berlaku 13–29 Maret 2026, pengaturan penyeberangan akan dibagi sebagai berikut:
Kendaraan roda dua serta golongan V dan VI B diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan. Kendaraan golongan VII, VIII, dan IX diarahkan ke BBJ Bojonegara. Pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan bus melalui Pelabuhan Merak.
Apabila terjadi banjir atau rob di jalur tertentu, skema akan disesuaikan secara situasional melalui koordinasi dengan KSOP dan ASDP.
Operasi Ketupat Maung 2026 sendiri akan diawali dengan gelar pasukan pada 13 Maret 2026. Hengki menegaskan operasi ini merupakan operasi kemanusiaan dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.ujarnya.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyatakan pihaknya melakukan sinkronisasi data dan pola pengamanan untuk mengantisipasi arus mudik dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya.
“Kami siapkan lima rest area di Lampung untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, termasuk skema lokalisasi arus jika terjadi gangguan seperti cuaca buruk,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Banten Deden Apriandhi memastikan pemerintah daerah mendukung penuh pengamanan dengan menyiapkan posko kesehatan, perbaikan penerangan jalan, serta dukungan fasilitas di jalur mudik.
“Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh stakeholder menjadi kunci agar mudik berjalan aman, lancar, dan nyaman,” katanya.
Polda Banten berharap melalui sinergi lintas sektoral tersebut, arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H dapat berjalan kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

















