itoday.id | Serang . Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi besar-besaran yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi dorongan baru untuk mempercepat penurunan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Serang.
Sebagai gambaran, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, sehingga membuat tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Masalah ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, seluruh unsur harus terlibat aktif agar Kabupaten Serang benar-benar terbebas dari kasus stunting
“Penanganan stunting ini harus dirumuskan dan dilakukan bersama. Harapannya, kolaborasi yang kita bangun hari ini dapat berjalan lebih masif demi menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang,” ujarnya usai kegiatan Publikasi Penanganan Stunting di Aula TB Suwandi, Kamis (13/11).
Najib menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Serang menunjukkan perbaikan signifikan, yakni turun dari 24 persen menjadi 20 persen. Meski begitu, ia menargetkan hasil yang lebih baik lagi.“Sinergi antar pihak sudah berjalan baik, tinggal diperkuat. Harapannya, ke depan tidak ada lagi anak di Kabupaten Serang yang lahir dalam kondisi stunting,” tambahnya.
Lebih lanjut, Najib menyoroti bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga edukasi menyeluruh kepada masyarakat, khususnya ibu hamil.
“Stunting bukan semata soal makanan bergizi. Edukasi mengenai kesehatan selama masa kehamilan menjadi sangat penting. Ibu-ibu perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk mencegah anak lahir stunting,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya gerakan bersama agar program pencegahan berjalan lebih efektif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Rahmat Setiadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data E-PPGBM, angka stunting berhasil turun dari 24 persen menjadi 20 persen. Penurunan ini dianggap sebagai capaian penting yang harus terus dipertahankan.
“Alhamdulillah, ada penurunan angka stunting. Ini artinya, berbagai upaya telah menjangkau hingga pelosok desa. Dengan kolaborasi lintas sektor, mudah-mudahan angka stunting terus menurun,” ujar Rahmat.
Rahmat menegaskan bahwa semua lini pemerintahan dan elemen masyarakat harus dilibatkan, mulai dari OPD, kecamatan, desa, RT/RW, hingga organisasi profesi di bidang kesehatan.
“Kita ajak semuanya. OPD, kecamatan, desa, stakeholder, tenaga kesehatan, organisasi profesi, semua harus terlibat. Kalau kerja sama ini konsisten, bukan tidak mungkin target zero stunting bisa kita capai,” tegasnya.(ADV)

















