itoday.id | Serang – Sejumlah pemuda lintas agama di Kota Serang menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mendoakan perdamaian Indonesia, Selasa (2/9). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas kericuhan yang terjadi saat demonstrasi beberapa waktu lalu.
Ketua GP Ansor Kota Serang, Muhammad Rijal, yang mewakili Pemuda Lintas Agama Serang mengatakan, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan cara anarkis atau memprovokasi masyarakat.
“Kami tadi sudah menyampaikan lima poin seruan. Semuanya demi perdamaian Indonesia,” ujar Rijal.
Doa bersama tersebut diikuti perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan, di antaranya Gusdurian Serang Raya, Pemuda Tridharma Indonesia Serang, GAMKI Banten, GMKI Serang, Matlaul Anwar Serang, Muhammadiyah Kota Serang, Fokapela Banten, Ummah Budaya Kaujon, Pemuda Katolik Banten, dan Dharma Taruna Banten.
Hadir pula perwakilan dari umat Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu, serta Islam. Para seniman Kota Serang turut mendukung kegiatan dengan ritual ruatan sebagai simbol meruwat bumi agar tercipta suasana damai dan tenteram.
Adapun lima poin seruan yang disampaikan Pemuda Lintas Agama Serang meliputi, pertama, mendoakan korban luka maupun meninggal akibat demonstrasi. Kedua, mengimbau pemerintah eksekutif dan legislatif untuk menahan diri serta tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu kericuhan.
Ketiga, mengajak warga Kota Serang menjaga perdamaian dan tidak mudah terprovokasi, keempat, mengimbau masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain dan kelima, meminta aparat TNI dan Polri mengedepankan pendekatan humanis, terukur, dan tidak represif dalam mengawal demonstrasi.
“Semoga dari Kota Serang dapat menjadi awal bagi Indonesia yang damai,” kata Rijal.

















