itoday.id | Lebak – Politisi PDI Perjuangan Mochamad Nabil Jayabaya dan Ketua DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar menggelar pertemuan tertutup di salah satu tempat di Rangkasbitung. Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal politik untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Diketahui, Nabil Jayabaya merupakan putera mantan Bupati Lebak periode 2003-2013 Mulyadi Jayabaya atau yang akrab disapa JB. Dia juga tercatat sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan.
Kini, Nabil menjadi sosok penting di Lebak. Anak muda yang satu ini dinilai memiliki karakter seperti ayahnya, sehingga digadang-gadang menjadi penerus kepemimpinan kakaknya, yakni Bupati Iti Octavia Jayabaya.
Sementara itu, Agil Zulfikar merupakan Ketua DPRD termuda di Indonesia. Dia memiliki karir yang moncer di politik. Setelah lulus kuliah, Agil mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Lebak di daerah pemilihan (Dapil) Lebak dua dan lolos meyakinkan menjadi wakil rakyat.
Di perjalanan sebagai anggota Dewan, Agil kritis dalam menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Bahkan, dia secara mengejutkan ditunjuk DPP Partai Gerindra menggantikan Ketua Dewan Didin Nurohmat yang meninggal dunia.
Pengamat politik dan sosial Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro Muhamad Husen menyatakan, foto pertemuan dua tokoh politisi muda ini memiliki makna penting menjelang pemilu 2024. Ini bukan pertemuan biasa, karena sebelumnya belum pernah dua politisi ini muncul bersamaan.
“Saya kira ini sinyal politik untuk 2024. Karena keduanya memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi kandidat penerus Bupati Iti Octavia Jayabaya,” kata Husen, Kamis (13/1).
Kedua politisi ini, kata Husen, berasal dari partai pemenang pemilu di Lebak. Partai Gerindra merupakan meraih sembilan kursi di DPRD Lebak dan PDI Perjuangan berhasil menempatkan tujuh orang kader terbaiknya di parlemen.
“Syarat pencalonan 20 persen. Jadi, suara Gerindra dan PDI Perjuangan sudah cukup untuk mengusung calon bupati dan wakil Bupati Lebak,” ungkapnya.
Harapannya, pada 2024 yang akan datang ada lebih dari dua pasangan calon yang maju di Pilkada Lebak. Sehingga masyarakat bisa memilih calon terbaik untuk memimpin Lebak lima tahun ke depan.
“Wajar saja ada pertemuan antar politisi. Karena semuanya sedang melakukan penjajakan,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar tidak mau berkomentar terkait pertemuan tersebut. Demikian juga dengan Nabil Jayabaya. Ketua Gapensi Lebak ini tidak membalas pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari wartawan. (*)

















