Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NewsPemerintahan

WHO Soroti Tingginya Mobilitas Warga di Banten, Begini Tanggapan WH

×

WHO Soroti Tingginya Mobilitas Warga di Banten, Begini Tanggapan WH

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id | SERANG . Mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level di Provinsi Banten dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi. Bahkan, tingginya mobilitas warga mendapat sorotan dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Terkait itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) meminta masyarakat secara mandiri dan sadar akan masih adanya ancaman Covid-19. Bahkan, jika mobilitas meningkat, dirinya tidak segan-segan untuk kembali memperketat bahkan menutup kembali tempat wisata, aktivitas ekonomi, hingga sekolah.

Example 300x600

“Kalau ngga balik lagi (kasus positif melonjak), akan muncul lagi badai. Ini berbahaya,” tegas WH, Jumat (17/9/2021).

Dikatakan WH, saat ini delapan kabupaten/kota di Banten masuk dalam zona kuning atau tingkat penyebaran ringan. Sehingga, level PPKM juga kembali diturunkan dari sebelumnya level 4 menjadi level 2 dan 3.

Turunnya level itu juga membuat pemerintah memberlakukan beberapa pelonggaran aktivitas masyarakat dan ekonomi, seperti dibukanya kembali mall, tempat wisata, sekolah dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tapi saya minta masyarakat jangan terlebih dahulu bereuforia berlebihan saat kasus Covid-19 mulai turun di wilayahnya. Antisipasinya terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak, pakai masker. Jangan nanti ada euforia, di kuning ada euforia, jangan sampai kembali lagi ke merah,” kata WH

“Saat ini kita secara bertahap melakukan upaya-upaya memberikan masyarakat (ruang) untuk usaha, pariwisata dibuka boleh. Tapi harus memperhatikan prokes tadi,” sambungnya

Diketahui, peningkatan mobilitas menurut WHO terjadi di stasiun transit, area ritel, dan tempat rekreasi di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Bahkan, WHO menilai situasi peningkatan mobilitas tersebut sama seperti sebelum pandemi Covid-19. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *