Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Polisi Ungkap Sindikat Ganja Sintetis, Efek Sampingnya Mengerikan

×

Polisi Ungkap Sindikat Ganja Sintetis, Efek Sampingnya Mengerikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id, Jakarta | Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap sindikat pembuat dan pengedar ganja sintetis. Dalam kasus ini polisi mengamankan 13 tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, awalnya polisi mengamankan RS di wilayah Jakarta Barat pada (27/1). Tidak lama berselang, polisi juga menangkap FD dan FH di lobi sebuah apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Example 300x600

“Kemudian tanggal 3 Februari 2020 kita menangkap MP dan FW di Kampung Tengah, Kramat Jati. Lalu tanggal 4 Februari di daerah Bekasi kita amankan TRY, sorenya amankan MA, IL dan RD di apartemen Setiabudi,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (8/2).

Para tersangka menyebut ganja sintetis tersebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Kemudian, sambung Yusri, penyidik berhasil menangkap empat tersangka berinisial RK, RS, NP dan WA di apartemen High Point, Surabaya.

“Total barang bukti ada 28 kilogram. Semua tersangka sudah dibawa ke sini. Masi ada info 1 tersangka yang masih berstatus DPO berinisial L,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan mengatakan, para pelaku memasarkan narkoba ini melalui dark web. Sebelum pelaku menjual ganja sintetis ini, pembeli harus mengisi form yang ada di laman mereka.

“Mereka memasak (membuat ganja sintetis) di dua daerah, yakni di Nganjuk dan Malang. Kemudian dikemas di Surabaya dan dipasarkan hampir di seluruh wilayah Indonesia,” kata Herry.

Para pelaku, sambung Herry, membagi ganja sintetis tersebut menjadi beberapa paket. Paket besar ukuran 100 gram dijual Rp 2 juta, paket 50 gram dijual Rp 600 ribu, dan paket hemat 25 gram dijual Rp 400 ribu.

“Akibat dari ganja sintetis ini sangat berbahaya. Efek samping dari koma, muntah, kejang, napas pendek, dan agresif,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana maksimal hukuman mati.

Penulis : Red

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *