itoday.id | Tangerang – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4).
Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat langsung pengembangan dan penataan kawasan permukiman nelayan yang selama ini dikenal kumuh dan kurang tertata.
“Perumahan nelayan ini sangat penting. Selama ini jarang yang tertata rapi, biasanya kumuh dan tidak tertata. Alhamdulillah, di sini dilakukan penataan melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Dimyati.
Dimyati menilai program penataan kawasan permukiman nelayan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, hingga pihak lainnya.
Selain itu, ia juga menyoroti skema pembiayaan yang dinilai berpihak kepada nelayan. “Tadi saya dapat informasi bahwa ini kredit dan kreditnya langsung diberikan kepada nelayan,” katanya.
Meski demikian, Dimyati menekankan masih ada sejumlah kebutuhan yang perlu dilengkapi, seperti fasilitas cold storage, ketersediaan BBM, serta peningkatan infrastruktur kawasan guna mendukung produktivitas nelayan.
Sementara itu, AHY menyebut penataan kawasan nelayan di Tanjung Anom menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat.
“Hari ini kami melihat langsung kondisi kawasan permukiman yang sebelumnya kurang layak huni, kemudian dilakukan pembangunan dan penataan rumah-rumah masyarakat, terutama nelayan dan keluarganya,” ujar AHY.
Menurut AHY, proyek tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk nelayan.
Ia menjelaskan, di atas lahan sekitar 1,3 hektare telah dibangun 110 unit rumah layak huni dengan dukungan berbagai pihak. Kawasan yang sebelumnya kumuh kini berubah menjadi lebih tertata, asri, dan sehat.
“Kondisinya berubah jauh, dari sebelumnya kumuh menjadi lebih asri, tertata, dan sehat. Ini bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, dan produktif,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah akan terus mengembangkan kawasan tersebut tidak hanya dari sisi permukiman, tetapi juga ekonomi dan perlindungan wilayah. Di antaranya melalui pembangunan pabrik es berbasis air laut (slurry ice), penguatan dermaga, serta dukungan pemasaran hasil perikanan.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya rapi, tetapi juga produktif dan memberikan kepastian penghasilan bagi masyarakat nelayan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid mengatakan penataan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Habitat for Humanity, koperasi, dan masyarakat.
Ia menyebut total anggaran penataan mencapai sekitar Rp13 miliar yang bersumber dari berbagai pihak. “Habitat membangun 110 unit rumah, sementara Pemkab Tangerang menyiapkan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, sanitasi hingga fasilitas umum,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga memfasilitasi skema kepemilikan rumah melalui koperasi agar masyarakat bisa mencicil dengan ringan.
Maesyal menegaskan pihaknya akan terus melengkapi fasilitas pendukung, termasuk rencana pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di kawasan tersebut.
“Kami akan terus mengembangkan kawasan ini agar masyarakat nelayan dapat hidup lebih aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.

















