itoday.id | Serang – Permohonan paspor untuk keperluan umrah dan wisata di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang mengalami penurunan sejak Januari 2026. Penurunan ini diperkirakan dipicu konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada minat masyarakat.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Keimigrasian (Kasi Tikkim) Kantor Imigrasi Serang, Hendar Setiawan, mengatakan penurunan permohonan paspor mencapai sekitar 20 persen dari total rata-rata harian.
“Memang ada penurunan sejak Januari 2026, khususnya untuk paspor umrah dan wisata ke Timur Tengah. Penurunannya sekitar 20 persen, tapi tidak terlalu signifikan,” kata Hendar, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, sebelumnya rata-rata permohonan paspor mencapai 130 hingga 140 pemohon per hari. Namun saat ini jumlahnya turun menjadi sekitar 100 hingga 110 pemohon per hari.
Menurutnya, penurunan tidak terlalu besar karena tidak semua pemohon paspor memiliki tujuan ke Timur Tengah. Meski demikian, khusus untuk umrah, tren penurunan cukup terasa.
“Untuk umrah memang ada penurunan karena masyarakat masih khawatir, misalnya terkait kemungkinan penerbangan delay atau kendala lain,” ujarnya.
Hendar menambahkan, untuk keberangkatan haji tahun ini, sebagian besar pemohon telah mengurus paspor sejak tahun sebelumnya. Hal ini karena proses administrasi haji biasanya dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan, Yudistira Jatmiko, mengungkapkan penurunan juga terlihat dari data tiga bulan terakhir.
Ia menyebut, pada periode Januari hingga Maret 2026 terdapat 3.159 permohonan paspor untuk tujuan umrah. Angka tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 4.086 permohonan.
“Kalau dibandingkan periode yang sama, ada penurunan sekitar 800 sampai 900 permohonan paspor,” kata Yudistira.
Ia menjelaskan, kondisi geopolitik turut memengaruhi kebijakan penerbangan ke Arab Saudi, termasuk adanya pembatasan dari sejumlah maskapai. Selain itu, momen Ramadan juga biasanya memengaruhi tren permohonan paspor.
Meski demikian, pelayanan di Kantor Imigrasi Serang tetap berjalan normal. Saat ini tersedia kuota harian sekitar 70 permohonan paspor yang dapat diakses melalui aplikasi M-Paspor.
Selain layanan reguler Senin hingga Jumat, pihak imigrasi juga membuka layanan tambahan pada hari Sabtu untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
Tak hanya itu, Imigrasi Serang juga menyediakan layanan “Easy Paspor” atau jemput bola bagi instansi, sekolah, maupun komunitas yang ingin melakukan permohonan secara kolektif.
“Masyarakat atau instansi bisa mengajukan surat resmi, nanti kami sesuaikan dengan jumlah pemohon dan kesiapan sarana prasarana. Kami bisa datang langsung untuk memberikan pelayanan,” ujarnya.

















