Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Wisata Anyer-Carita Tetap Ramai Meski Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD: Jangan Panik

×

Wisata Anyer-Carita Tetap Ramai Meski Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD: Jangan Panik

Sebarkan artikel ini
Wisata Anyer-Carita Tetap Ramai Meski Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD: Jangan Panik
Example 468x60

itoday.id | Serang – Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita, Banten, tetap berjalan normal meski status Gunung Anak Krakatau (GAK) berada di Level III atau Siaga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pemantauan aktivitas gunung terus dilakukan sembari memperkuat langkah mitigasi bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, TNI, Polri, hingga pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi potensi bencana.

Example 300x600

“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat setelah status Gunung Anak Krakatau berada di Level III,” kata Lutfi, Kamis (9/7).

Lutfi menjelaskan, fokus pemerintah bukan hanya memantau aktivitas erupsi, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan dampaknya, terutama potensi tsunami. Menurutnya, keputusan evakuasi baru akan dilakukan jika terdapat informasi resmi yang menunjukkan adanya ancaman tsunami.

“Erupsi gunung tidak otomatis membuat masyarakat harus mengungsi jika tidak ada indikasi tsunami,” ujarnya.

Ia menyebut, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir diperkirakan memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi.

Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Lutfi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak panik menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pantauan BPBD, kawasan wisata Anyer hingga Cinangka masih dipadati pengunjung dan aktivitas berlangsung seperti biasa.

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, mengatakan rekomendasi PVMBG hingga kini belum berubah. Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi.

Anggi menjelaskan, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan sebelum tsunami Selat Sunda pada 2018. Berdasarkan hasil pengamatan terbaru, tinggi Gunung Anak Krakatau kini sekitar 158 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan sebelum longsoran pada 2018 tingginya mencapai sekitar 337 mdpl.

“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sekarang sekitar 158 mdpl sehingga kondisinya tidak sama. Namun masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.

Ia juga mengingatkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah berstatus Level IV atau Awas. Bahkan saat longsoran yang memicu tsunami Selat Sunda pada Desember 2018, status aktivitas gunung tetap berada di Level III atau Siaga.

Di sisi lain, aktivitas wisata di Anyer dan Carita masih ramai. Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan Universitas Pancasila, mengaku tetap berlibur karena perjalanan tersebut sudah direncanakan sejak sebulan lalu.

“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Bogor, yang datang bersama komunitas senam. Meski mengetahui aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, rombongannya tetap menjalankan agenda wisata.

“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang kini bersekolah di Tangerang, juga memilih tetap berlibur ke Pantai Carita.

“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.

Ramainya kunjungan wisatawan turut dirasakan pelaku usaha di kawasan Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata.

“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *