itoday.id | Serang . Bakal calon Bupati Serang Andika Hazrumy sampai saat ini belum mau menentukan sosok wakil yang akan mendampinginya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang 2024.
Hal itu dikarenakan dirinya masih ingin untuk berkomunikasi dengan partai politik lainnya yang ada di Kabupaten Serang dan menunggu kesepakatan koalisi.
Andika mengaku, sudah memiliki sebanyak empat surat tugas untuk maju di Pilkada Kabupaten Serang. Ke empat surat tugas tersebut yakni dari Partai Golkar, PDIP, PPP, dan Partai Demokrat.
“Parpol sudah kita komunikasikan semua, cuma yang tadi yang sudah mengeluarkan surat tugas empat partai itu. Untuk rekomendasi belum kan belum berpasangan,” katanya saat ditemui di DPW PPP Provinsi Banten, Kamis 27 Juni 2024.
Kendati telah memiliki empat rekomendasi, Andika mengaku belum mau menentukan siapa sosok yang nantinya akan mendampinginya di Pilkada Kabupaten Serang. Pihaknya mengaku, masih ingin berkomunikasi dengan partai politik lainnya.
“Untuk pendamping, saya sedang berusaha berkomunikasi dengan seluruh partai politik, nanti tinggal menggalang kebersamaan, setelah fix nanti, partai mana saja yang mengusung, baru akan kita bicarakan bersama. Memang petanya di Kabupaten Serang berbeda, jadi harus kita komunikasikan dulu dengan partai-partai politik, setelah itu baru kita bicarakan,” tegasnya.
Pihaknya mengaku jika tidak menutup kemungkinan wakilnya berasal dari politisi maupun dari birokrat. Pihaknya mengaku sangat terbuka dengan siapapun selama itu keputusan seluruh partai koalisi.
Ia mengaku, saat ini sudah ada partai politik yang menyodorkan mama-nama kader yang ingin dipasangkan dengan dirinya.
“Semua partai politik sudah menyodorkan wakil, jadi tidak bisa dibuka dulu, nanti takutnya kisruh. Kita intinya bagaimana ke depan ini kesepahaman dulu agar partai politik bersepakat mengusung, baru nanti akan kita bicarakan bersama,” tegasnya.
Menanggapi soal munculnya bakal calon bupati yang akan menantangnya di Pilkada Kabupaten Serang, seperti Najib Hamas dan Ratu Rachmatu Zakiyah, menurutnya itu merupakan proses demokrasi yang baik.
“Kan proses demokrasi, sah-sah saja, tidak masalah, kontestasi demokrasi ini kan siapa saja bisa maju, baik dicalonkan maupun mencalonkan apalagi didorong oleh partai politik,” pungkasnya. (*)

















