itoday.id | Lebak – Gempa dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang Banten mengakibatkan 36 rumah dan tiga sekolah rusak di Kabupaten Lebak. Bahkan, dua orang mengalami luka akibat tertimpa genting saat gempa terjadi.
Data sementara hingga pukul 20.00 WIB di Badan Penanggulangan Bencana Daerah, gempa yang berpusat di Barat Daya Sumur, Kabupaten Lebak, dirasakan di 28 kecamatan. Ada 11 kecamatan dan 15 desa yang melaporkan adanya kerusakan bangunan. Dengan rincian, 12 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 21 rumah rusak sedang.
Sedangkan dua orang warga menjadi korban gempa, yakni Sari warga Kecamatan Cihara dan Reni dari Kecamatan Malingping. Kecamatan yang paling parah terdampak gempa, yakni Cihara dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 16 unit.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Feby Rizki Pratama menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengupdate data bangunan yang rusak akibat gempa bumi. Karena relawan bersama pemerintah desa masih melakukan penyisiran di lapangan.
“Iya, ini masih data sementara dan kita akan terus update data terkait bencana gempa yang berpusat di Sumur, Pandeglang,” ungkap Feby, kemarin.
Kata Feby, masyarakat yang menjadi korban gempa sebagian mengungsi ke rumah kerabatnya. Karena rumah yang ditempatinya rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi untuk tempat tinggal.
“Ada yang mengungsi, karena rumahnya rusak berat,” ungkapnya. (*)

















