itoday.id | Serang – Perum Bulog Cabang Serang Kembali menyalurkan minyak goreng rakyat “Minyakita” melalui puluhan pengecer di pasar tradisional. Penyaluran ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Pimpinan Bulog Cabang Serang, Eko Nugroho, mengatakan pada hari ini pihaknya menyalurkan sebanyak 600 dus Minyakita kepada 40 pengecer. Masing-masing pengecer mendapatkan jatah 15 dus.
“Harapan kami, para pengecer bisa memenuhi kebutuhan pembeli setidaknya selama satu minggu ke depan,” ujar Eko, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, saat ini stok Minyakita yang tersedia di Bulog Cabang Serang mencapai 44.700 liter. Jumlah tersebut diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan.
Ke depan, Bulog akan mengatur pola distribusi secara bergantian bersama BUMN pangan lain seperti RNI atau ID Food. Skema ini dilakukan agar distribusi tetap berjalan meski stok terbatas.
“Kami akan saling mengisi. Hari ini Bulog yang distribusi, besok bisa RNI atau ID Food, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Distribusi Minyakita sendiri telah dimulai sejak pekan lalu secara bertahap di sejumlah pasar, seperti Pasar Rau, Pasar Kranggot, dan Pasar Baros. Saat ini, Bulog masih memprioritaskan penyaluran kepada pengecer yang terdaftar dalam sistem pencatatan SP2KP.
Eko mengakui sempat terjadi kekosongan pasokan menjelang Lebaran. Hal itu disebabkan adanya penugasan untuk penyaluran bantuan serta proses produksi dari produsen yang membutuhkan waktu.
Selain itu, isu kenaikan harga bahan kemasan plastik juga diharapkan tidak menjadi kendala dalam produksi Minyakita ke depan.
“Mudah-mudahan masyarakat tetap mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Rau ,Sakimah, mengaku pasokan dari Bulog saat ini sudah kembali tersedia meski sebelumnya mengalami kekosongan.
“Sekarang Alhamdulillah ada lagi dari Bulog, dapat 15 dus. Harganya masih normal,” ujarnya.
Sakimah, berharap distribusi dari Bulog dapat dilakukan secara rutin agar pasokan tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi konsumen.

















