Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Andra Soni Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang, Dorong Pertanian Banten Lebih Maju

×

Andra Soni Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang, Dorong Pertanian Banten Lebih Maju

Sebarkan artikel ini
Andra Soni Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang, Dorong Pertanian Banten Lebih Maju
Example 468x60

itoday.id | Serang – Gubernur Banten Andra Soni melepas 21 petani milenial yang akan mengikuti program magang ke Jepang selama 1 hingga 2 tahun. Pelepasan dilakukan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (9/4).

Program magang tersebut merupakan inisiatif Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dilaksanakan di masing-masing provinsi. Tahun ini, jumlah peserta yang diberangkatkan menjadi yang terbanyak sejak program tersebut dimulai pada 1984.

Example 300x600

Andra Soni berharap para peserta dapat kembali ke Banten dengan membawa pengalaman dan inovasi baru untuk memajukan sektor pertanian di daerah.

“Kita masih banyak lahan-lahan tidur yang bisa dikembangkan untuk teman-teman nanti setelah kembali lagi. Silakan dikembangkan,” kata Andra.

Ia menilai, potensi pertanian di Banten sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kebutuhan hasil pertanian cukup tinggi, terlebih Banten berbatasan langsung dengan Jakarta.

“Ini penting sekali karena secara transportasi kita lebih kompetitif dari daerah lain,” ujarnya.

Menurutnya, Banten berpeluang menjadi daerah penyuplai kebutuhan pangan untuk Jakarta. Untuk itu, Pemprov Banten terus mendorong minat generasi muda di sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan air, aksesibilitas, hingga pasar.

“Belum lagi kebutuhan untuk suplai ribuan SPPG yang sudah beroperasi di Banten. Jadi usaha sektor pertanian itu sebenarnya sangat menjanjikan,” tambahnya.

Andra juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan magang ini dengan maksimal, mengingat tidak semua orang mendapatkan peluang serupa.

“Ketika pulang nanti, harus bisa menjadi mentor bagi petani milenial lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Nasir mengatakan para peserta sebelumnya telah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 50 hari.

“Dari total 48 peserta, yang berhasil lolos sebanyak 21 orang dari berbagai daerah di Banten. Insyaallah tanggal 13 April akan diberangkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama di Jepang para peserta akan tinggal di perkampungan dan berbaur langsung dengan petani setempat di sektor pertanian maupun peternakan selama 11 hingga 26 bulan.

“Jepang adalah negara barometer dengan penerapan teknologi terbaik dalam sektor pertanian. Kami berharap sepulangnya nanti mereka bisa menerapkan ilmu tersebut untuk kemajuan pertanian di Banten,” jelasnya.

Salah satu peserta asal Kabupaten Lebak, Eva Luthfiah mengaku siap berkontribusi memajukan pertanian di daerahnya setelah mengikuti program tersebut.

“Dari kecil saya sudah diajarkan bertani oleh orang tua, dan sampai sekarang saya masih menjalani itu,” katanya.

Menurut Eva, sektor pertanian kini semakin modern dan memiliki prospek yang menjanjikan. Hal itu mendorong dirinya untuk mengikuti program magang ke Jepang.

“Karena tekad saya ingin memajukan pertanian,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *