Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Sambut Imlek 2577, Warga Tionghoa Jalankan Tradisi Fangsheng

×

Sambut Imlek 2577, Warga Tionghoa Jalankan Tradisi Fangsheng

Sebarkan artikel ini
Sambut Imlek 2577, Warga Tionghoa Jalankan Tradisi Fangsheng
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.47083333, 0.58984375);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;
Example 468x60

itoday. id | Serang – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026 diwarnai sejumlah tradisi yang dijalankan warga Tionghoa di Banten. Mulai dari sembahyang, mandi kembang di sumur keramat, hingga tradisi fangsheng atau melepas burung ke alam bebas dilakukan sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Rangkaian ibadah dan tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus doa untuk kesehatan, keberuntungan, dan keharmonisan di tahun baru.

Example 300x600

Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi umat saat Imlek adalah Vihara Avalokitesvara Banten. Di vihara tersebut, warga mengikuti ibadah bersama sekaligus menjalankan tradisi pelepasan burung sebagai simbol kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Tradisi fangsheng dimaknai sebagai tindakan menanam kebajikan dan welas asih secara universal. Ritual ini juga dipercaya sebagai simbol doa untuk umur panjang, kesehatan, serta kelancaran rezeki di tahun yang baru.

Selain fangsheng, sebagian warga turut menjalankan tradisi mandi kembang. Ritual yang dikenal luas dalam tradisi Nusantara ini diyakini sebagai sarana penyucian diri, baik secara jasmani maupun rohani. Air kembang dipercaya mampu membersihkan energi negatif sekaligus memberikan efek relaksasi melalui aroma bunga.

Ketua Organ Yayasan Bhakti Suci sekaligus warga Tionghoa, Tjin Sim Pheng atau Simon Sutjipto, mengaku rutin beribadah di vihara tersebut setiap perayaan Imlek. Selain berdoa, ia juga mengikuti tradisi pelepasan burung dan membasuh muka dengan air kembang.

“Setiap Imlek saya sembahyang di Vihara Banten, melepas burung, dan cuci muka dengan air kembang sebagai simbol penyucian diri,” kata Simon, Sabtu.

Usai rangkaian ibadah, Simon juga membagikan angpao kepada anak yatim dan janda di sekitar vihara sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari raya.

Ia berharap perayaan Imlek tahun ini membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran. Menurutnya, momentum tahun baru juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan suasana aman dan damai di tengah masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *