Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Perkuat Ekosistem Ekspor, Bea Cukai Tangerang Fasilitasi UMKM Lewat FGD

×

Perkuat Ekosistem Ekspor, Bea Cukai Tangerang Fasilitasi UMKM Lewat FGD

Sebarkan artikel ini
Perkuat Ekosistem Ekspor, Bea Cukai Tangerang Fasilitasi UMKM Lewat FGD
Example 468x60

itoday.id | Tangerang – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui KPPBC TMP A Tangerang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Klinik Ekspor sebagai upaya memperkuat kesiapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Tangerang ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Lembaga National Single Window (LNSW), serta Direktorat Fasilitas Kepabeanan dan Cukai. FGD dirancang sebagai forum dialog dan pendampingan terpadu agar UMKM memahami dukungan pemerintah, mulai dari pembiayaan, fasilitas kepabeanan, hingga integrasi layanan ekspor berbasis digital.

Example 300x600

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Indriya Karyadi, mengatakan Klinik Ekspor merupakan wujud nyata peran Bea Cukai sebagai fasilitator perdagangan dan pendamping industri.

“Klinik Ekspor menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya paham prosedur ekspor, tapi juga mampu memanfaatkan fasilitas dan dukungan lintas instansi agar bisa bersaing di pasar global,” ujar Indriya. Selasa (3/2).

Dalam sesi pembiayaan, LPEI memaparkan skema dukungan ekspor nasional, seperti pembiayaan modal kerja, penjaminan, asuransi ekspor, hingga pendampingan nonfinansial bagi eksportir pemula. LPEI juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi, legalitas usaha, dan kontrak dagang sebagai dasar akses pembiayaan.

Sementara itu, LNSW menjelaskan peran single window system dan portal UMKM Kemenkeu Satu yang memudahkan integrasi layanan lintas kementerian dan lembaga. Sistem ini diharapkan mempercepat akses informasi, pembinaan, serta validasi data dalam proses ekspor.

Dari sisi fasilitas kepabeanan, Direktorat Fasilitas Kepabeanan dan Cukai memaparkan Program Agen Fasilitas Kepabeanan yang bertujuan memberi informasi komprehensif kepada UMKM tentang pemanfaatan fasilitas ekspor. Selain itu, program pemberdayaan UMKM binaan juga terus dijalankan melalui pendampingan berkelanjutan.

FGD ini juga diisi sharing session bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Masing-masing dinas memaparkan program pembinaan daerah serta fasilitas yang bisa dimanfaatkan UMKM agar lebih siap berorientasi ekspor.

Salah satu peserta, Hendri Suhardja, pendiri Followme Indonesia, mengaku telah merasakan dampak pendampingan berkelanjutan.

“Kami sudah mengekspor ke Papua Nugini dan sejak tahun lalu masuk pasar Jepang. Pendampingan itu penting, tapi pelaku usaha juga harus aktif mencari peluang. Kami berani membuat terobosan, termasuk berdiskusi langsung soal tren pasar Jepang di World Expo Osaka 2025,” kata Hendri.

Melalui Klinik Ekspor ini, Bea Cukai Tangerang bersama instansi terkait berharap semakin banyak UMKM naik kelas dan mampu memanfaatkan peluang ekspor secara berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *