itoday.id | Serang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kementerian IMIPAS, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Banten menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako kepada para petani di Kota Serang, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Cipocok Jaya, Kota Serang, dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Banten, Felucia Sengky Ratna, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Serang, Sony August, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan.
Felucia Sengky Ratna dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian jajaran Imigrasi Banten terhadap masyarakat, khususnya para petani yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Melalui momentum ulang tahun pertama Kementerian IMIPAS ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antara jajaran imigrasi dengan masyarakat. Para petani adalah garda terdepan dalam penyediaan pangan, dan sudah sepantasnya kami hadir memberikan dukungan moral maupun bantuan nyata,” ujar Felucia.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan, berharap kegiatan bakti sosial ini dapat menjadi tradisi positif yang terus dilanjutkan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian IMIPAS.
“Baksos ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk komitmen kami untuk hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Agung.
Kepala Dinas Pertanian Kota Serang, Sony August, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran imigrasi. “Bantuan ini sangat berarti bagi para petani di Kota Serang, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang masih menantang,” ucapnya.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kementerian IMIPAS yang mengusung semangat “Bersinergi, Melayani, dan Mengabdi untuk Negeri.” Melalui kegiatan ini, Imigrasi Banten ingin menunjukkan bahwa institusi keimigrasian tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

















