Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
BeritaNews

BPBD Kabupaten Serang Waspadai Potensi Banjir

×

BPBD Kabupaten Serang Waspadai Potensi Banjir

Sebarkan artikel ini
BPBD Kabupaten Serang Waspadai Potensi Banjir
Example 468x60

itoday.id | Kab. Serang . Banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang beberapa hari lalu disebut selain karena faktor utama hujan yang turun dengan intensitas tinggi juga karena aktivitas galian C di daerah perbukitan Puloampel.

Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Ade Ivan Munasyah, saat di kunjungi di ruang kerjanya menjelaskan, bebasnya aktivitas pertambangan itu, diduga mengakibatkan terjadinya sedimentasi dan bekas galian yang memunculkan kubangan besar hingga air tidak tertampung.

Example 300x600

“Dari aktivitas tersebut, masyarakat luas (umum) yang paling utama dalam merasakan dampak langsung dari adanya alih fungsi , dan kerusakan di sekitar lokasi sehingga mengakibatkan banjir,” ungkap Ade Ivan kepada infobanten.id belum lama ini.

Sedimentasi terjadi karena rusaknya daerah tangkapan air, karena adanya perubahan fungsi wilayah. Di setiap bukit yang ada di wilayah Puloampel Kabupaten Serang banyak aktivitas Galian C yang diduga mengakibatkan banyak bukit hampir gundul.

Ade Ivan menambahkan, Intensitas hujan yang deras ikut menjadi faktor menyebabkan wilayah Kecamatan Puloampel rawan terendam banjir. Dalam banjir yang sudah terjadi terdapat tiga kampung antaranya Kampung Candi, Kampung Ampel, dan Kampung Pasar dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter.

“Dampaknya, Puskesmas Puloampel sempat terganggu dalam melayani masyarakat dan satu rumah rusak ringan, bukit wilayah Puloampel hampir rata-rata gundul. Sehingga fungsi resapan air berkurang, Banjir yang terjadi di Puloampel, memang wilayah bukit-bukit sudah hampir rata-rata gundul, seharusnya fungsinya ada resapan air, sudah berkurang,” katanya.

Ia menyebutkan, air turun dari dataran tinggi perbukitan ke jalan lantaran fungsi irigasi dan tangkapan air tidak berjalan baik.

“Air begitu turun, kan air ngejar ke daerah lebih rendah, ditambah insfrastuktur irigasi, selokan, tangkapan air gak berfungsi banyak ketimpa tanah. Sehingga air rata-rata melalui jalan, akhirnya jalan buat jalannya air,” ungkapnya.

Ia menuturkan, rata-rata hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab banjir di wilayah Puloampel. Apalagi di wilayah Puloampel terdapat galian C. “(Galian C) Itu juga bisa (penyebab banjir), jadi bekas tambang itu kan banyak lubang cukup besar yang terdampaknya menampung air. Rata-rata penyebabnya intensitas hujan tinggi,” tuturnya.

Ade Ivan juga memaparkan, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) perlu mengatasi permasalahan galian C di wilayah Puloampel secara bersama-sama.

“Baik itu dari unsur Pemerintah, juga masyarakat, dan dunia usaha itu harus punya komitmen yang tepat, untuk memperhatikan penggalian tanah galian C ,” jelasnya.

Kemudian ia juga menghimbau, supaya memperhatikan upaya atau kegiatan yang mengubah fungsi kawasan perbukitan menjadi usaha, baik itu pertambangan ataupun penanaman dengan tanaman semusim. “Itu dulu yang harus dilaksanakan oleh semua masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha, aktivitas yang sangat merugikan sebagian masyarakat di wilayah Puloampel harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *