Itoday.id | SERANG – Tepat pada 8 Oktober, Peguron Kebudayaan Seti Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) melaksanakan milad ke 70 tahun. Di stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pada milad ke 70 tahun inipun, Kesti TTKKDH mendapatkan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari anggota DPRD Kota Serang Wida Ampiany.
Wida mengatakan, pasca pelaksanaan milad ke 70 tahun, Kesti TTKKDH menuju level Nasional dan memperkenalkan kebudayaan pencak silat, di Ibu Kota Indonesia. Yaitu memecahkan rekor muri ritual keceran dan mendapat muri Jawara terbanyak.
Sebab itu, Wida Ampiany mengapresiasi perayaan milad Kesti TTKKDH ke 70 tahun karena berbeda dari tahun sebelumnya dan berlangsung meriah.
“Apalagi, di milad Kesti TTKKDH ini. Memperkenalkan budaya Banten, hingga mengangkat ke level nasional,” ungkap Wida Ampiany, yang juga Putri dari Almarhum Guru Besar Kesti TTKKDH, Maman Rizal, kepada wartawan, Minggu (9/10/2022).
Lanjut Wida Ampiany berharap, semoga Kesti TTKKDH terus berkembang, dan semakin dikenal masyarakat di Indonesia.
Bahkan juga, kata dia, kebudayaan pencak silat bisa mendunia, dan semakin dikenal pada kancah internasional.
“Pertama saya ucapkan selamat milad ke 70 tahun untuk Kesti TTKKDH. Semoga apa yang di cita- citakan dapat tercapai, dan pencak silat kebudayaan di Banten semakin dikenal masyarakat luas, hingga kancah internasional. Sesuai tagline dari Banten untuk Indonesia,” jelasnya.
Wida Ampiany menilai, saat ini sosok Ketua Umum Kesti TTKKDH adalah pemimpin yang paling didambakan oleh para peguron.
Sebab, masih kata Wida Ampiany, selain tegas, berwibawa, Ketum TTKKDH memikirkan nasib keberlangsungan perkembangan daerah.
Baik dari pencak silat, destinasi wisata, hingga berbagai macam lainnya.
“Dibawah kepemimpinan pak haji Wahyu Nurjamil, Kesti TTKKDH sudah sangat tepat sebagai penerus. Selain pintar, Muda, Pak Wahyu juga memikirkan nasib perkembangan Peguron kedepannya,” tuturnya.
Pada perayaan milad ke 70 tahun, Kesti TTKKDH ini dihadiri 30.000 anggota dari seluruh DPW yang ada di Indonesia, dengan mengusung tema ‘Dari Banten untuk Indonesia‘.
Bahkan juga, Kesti TTKKDH di umur 70 tahun, mendapat rekor muri ritual keceran. Ritual keceran menjadi daya tarik seni budaya dan menjadi konten pariwisata di Banten.(Red)

















