itoday.id | Serang – Kelangkaan minyak goreng MinyaKita mulai dirasakan para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Serang. Selain pasokannya terbatas, harga jual MinyaKita di tingkat pengecer kini juga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Salah seorang pedagang sembako di Kota Serang, Nasiah, mengatakan stok MinyaKita yang masuk ke tokonya mengalami penurunan drastis dibandingkan beberapa bulan lalu. Kondisi tersebut membuat harga jual di pasaran ikut merangkak naik.
“Kalau ada barang, sekarang jualnya Rp20.500 per liter. Dulu masih sekitar Rp18.000 per liter,” kata Nasiah saat ditemui di pasar tradisional, jumat (12/6).
Menurutnya, kenaikan harga membuat minat masyarakat membeli MinyaKita mulai menurun. Banyak konsumen memilih beralih ke minyak goreng premium karena selisih harganya dinilai tidak terlalu jauh.
“Banyak pembeli beralih ke minyak premium karena selisih harganya tidak terlalu jauh,” ujarnya.
Tak hanya MinyaKita, harga minyak goreng premium juga mengalami kenaikan. Salah satu merek yang banyak dicari masyarakat, yakni Sunco, naik dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per liter.
Akibat tingginya harga beli dan menurunnya permintaan konsumen, sejumlah pedagang memilih tidak menambah stok MinyaKita. Mereka khawatir barang sulit terjual di tengah kenaikan harga yang terjadi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang Serang, Eko Nugroho, menjelaskan kelangkaan MinyaKita di tingkat pengecer dapat terjadi karena belum semua pedagang terdaftar sebagai mitra resmi Bulog.
Menurut Eko, pedagang yang ingin menjadi mitra diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Melalui skema kemitraan itu, distribusi dan harga MinyaKita dapat lebih mudah diawasi.
Ia menegaskan harga jual MinyaKita di tingkat mitra resmi harus mengikuti HET yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
“Jika ada mitra yang menjual di atas HET, akan diberikan sanksi hingga pencabutan status kemitraan,” tegas Eko.
Untuk menjaga distribusi tetap terkendali, Bulog menyalurkan MinyaKita kepada pengecer dalam jumlah terbatas, sekitar 20 hingga 30 dus dalam setiap pengiriman.
Bulog juga mengimbau seluruh pedagang dan pengecer agar menjual MinyaKita sesuai HET guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di pasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

















