Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsPemerintahan

Lima Sekawan Orangutan Dilepasliarkan Usai Jalani Rehabilitasi

×

Lima Sekawan Orangutan Dilepasliarkan Usai Jalani Rehabilitasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id | Jakarta. Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) kembali melepasliarkan lima individu orangutan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, pada Jumat (18/6/2022).

Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program reintroduksi orangutan, sekaligus rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni ini.

Example 300x600

Kelima individu orangutan yang diberi nama Anjas, Cemong, Joyce, Kotap dan Otan merupakan orangutan hasil rehabilitasi di YIARI Ketapang.

“Mereka dianggap sudah layak untuk dilakukan pelepasliaran di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, setelah menjalani proses rehabilitasi antara tujuh sampai dengan 11 tahun di Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia di Ketapang,” jelas Sadtata dalam keterangannya.

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dipilih menjadi lokasi pelepasliaran karena punya kesesuaian habitat untuk orangutan. Selain itu, jenis-jenis vegetasi penyusun hutan di TNBBBR mempunyai kecukupan baik dalam jumlah maupun keragaman jenis sebagai pakan orangutan.

Untuk memastikan satwa endemik Kalimantan dengan status konservasi Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN, orangutan harus menjalani tes kesehatan sebelum pelepasliaran.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan mereka diangkut menggunakan jalan darat dari Ketapang menuju Melawi yang menempuh perjalanan 15 jam melewati enam kabupaten yaitu Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan jalur air dan berjalan kaki.

“Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh pihak, baik itu instansi maupun lembaga non-pemerintah serta masyarakat yang terlibat dalam upaya penyelamatan satwa endemik Kalimantan ini. Namun begitu, kita masih perlu inovasi-inovasi program jangka panjang yang lebih efektif dalam upaya konservasi orangutan,” papar Sadtata. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *