Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Pol Mukti Juharsa mengatakan, penyergapan itu bermula dari informasi adanya transaksi narkotika di daerah Pamulang. Penyelidikan lapangan dilakukan untuk mengonfirmasi informasi tersebut.
Tak lama sebuah mobil yang ditumpangi oleh HS dan rekannya UA melintas di Jalan Puspitek. Menyadari kendaraannya dibuntuti, dua bandar sabu itu berusaha kabur dengan berbelok ke arah Jalan Permata Pamulang.
“Pelaku mencoba melarikan diri, akhirnya terjadi upaya pengejaran,” kata Mukti, kemarin.
Namun, HS dan UA terus berupaya kabur. Tak ingin buruannya kabur, polisi melepaskan tembakan. HS akhirnya tumbang usai timah panas menembus tubuhnya dan UA jalan tertatih lantaran kakinya terkena tembakan.
“Akhirnya anggota melumpuhkan dengan menembak. Dalam perjalanan ke rumah sakit, satu meninggal dunia, satu lagi terluka tertembak di kaki,” ungkapnya.
Usai melumpuhkan kedua bandar tersebut, polisi memeriksa mobil pelaku. Saat diperiksa polisi menemukan empat kilogram sabu-sabu dalam kemasan teh China.
“Barang bukti narkoba jenis sabu seberat empat kilogram. Kami memperkirakan barangnya dari Tiongkok, namun dari mananya kita masih dalami dahulu,” jelasnya.
Aksi kejar-kejaran polisi dengan dua bandar narkoba itu sempat membuat Jalan Raya Puspitek-Muncul macet. Soalnya, banyak warga yang penasaran berhenti dan menonton. (*)

















