Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Gerak cepat OJK luncurkan stimulus untuk menangkal dampak COVID-19

×

Gerak cepat OJK luncurkan stimulus untuk menangkal dampak COVID-19

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id, Jakarta | Tak disangka, mahluk super mikro berukuran nanometer (nm) bernama virus Corona jenis baru atau COVID-19 telah memporak-porandakan ekonomi dunia awal tahun ini.

Ekonomi dunia terhentak dengan perang dagang global yang belum berkesudahan, dan kini ditambah malapetaka berwujud virus Corona yang telah menjangkiti 121 negara dengan korban yang terpapar sebanyak 156.520 orang di dunia (data per Minggu 15/3).

Example 300x600

Corona pertama kali muncul di kota industri Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kota ini adalah sentra industri penting yang menjadi pemasok bahan baku dan barang modal industri bagi negara-negara mitra China, termasuk Indonesia.

Ketika Corona semakin meluas, Pemerintah China mengisolasi Wuhan, dan juga beberapa kota di Negeri Tirai Bambu yang akhirnya menghambat rantai pasok bahan baku dan barang modal dunia.

Selain sektor industri, Corona juga telah meluluh-lantakan pasar saham, ditambah dengan potensi kenaikan kredit macet, serta gagal bayar para debitur perbankan di dunia, termasuk di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menjelaskan bahwa dampak dari meluasnya virus Corona terhadap kegiatan ekonomi akan lebih kompleks dibandingkan krisis ekonomi global pada 2008, yang disebabkan kebangkrutan bank investasi AS Lehman Brothers.

Hal itu karena Corona langsung menginfeksi manusia yang menggerakkan sektor-sektor ekonomi riil. Berbeda dengan krisis ekonomi global di 2008 yang dalam jangka pendek hanya berdampak ke industri jasa keuangan.

Corona telah membuat pabrik memperlambat kegiatan produksi, menghambat transportasi masyarakat, dan menutup aktivitas sosial massa.

Dengan rantai gejala seperti itu, sejauh ini, pemerintah mengidentifikasi pariwisata dan manufaktur menjadi dua sektor industri yang paling terpukul dari wabah virus Corona.

Penutupan akses penerbangan ke dan dari beberapa negara terjangkit membuat industri pariwisata Indonesia menjadi lesu darah.

Di industri manufaktur, lumpuhnya ekonomi China membuat pasokan bahan baku tersendat. Sementara mencari pengganti China untuk mensubstitusi bahan baku tidaklah mudah, dan akan berbiaya mahal.

Dari sektor pariwisata, pelaku usaha yang paling rentan dengan dampak Corona adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM merupakan sektor usaha yang memilki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berada di garis terdepan perekonomian.

Di sektor pariwisata, mayoritas pelaku usaha adalah UMKM. Mereka terpukul dengan berkurangnya kunjungan turis, minimnya perhelatan acara besar, hingga sulitnya mendapat pasokan barang.

Oleh karena tekanan itu, kemampuan mereka dalam memenuhi liabilitas atau kewajiban, seperti misalnya pembayaran kredit akan menurun.

Penulis : Red

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *