itoday.id | Serang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang kembali menggelar kegiatan pembinaan jasmani melalui senam bersama yang diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas lapas. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan dalam area lapas dengan suasana penuh semangat dan antusiasme.
Senam bersama ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin yang bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran fisik warga binaan selama menjalani masa pidana. Seluruh peserta tampak mengikuti setiap gerakan senam secara kompak dan tertib di bawah pengawasan petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Stiven, mengatakan kegiatan olahraga menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada aspek mental dan keterampilan, tetapi juga kesehatan fisik.
“Melalui kegiatan senam bersama ini, kami ingin memastikan warga binaan tetap memiliki kondisi fisik yang prima sehingga dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik,” katanya, jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, program senam rutin juga bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh warga binaan sekaligus menciptakan suasana yang positif di lingkungan lapas. Selain menjaga kesehatan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengurangi kejenuhan dan mempererat hubungan antara warga binaan dengan petugas.
“Dengan tubuh yang sehat dan suasana yang positif, diharapkan warga binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, pihak lapas tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Pengawasan dilakukan secara langsung oleh jajaran petugas pemasyarakatan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Melalui program pembinaan jasmani tersebut, Lapas Kelas IIA Serang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan humanis bagi seluruh warga binaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung proses pembinaan berkelanjutan sebagai bekal warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

















