Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Gubernur Andra Soni-Menteri P2MI Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Banten

×

Gubernur Andra Soni-Menteri P2MI Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Banten

Sebarkan artikel ini
Gubernur Andra Soni-Menteri P2MI Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Banten
Example 468x60

itoday.id | Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin untuk memperkuat pelindungan sekaligus meningkatkan kapasitas pekerja migran asal Banten. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Gedung Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pekerja migran yang terintegrasi melalui kolaborasi pemerintah, dunia industri, dan perguruan tinggi. Dalam kesempatan yang sama, KP2MI/BP2MI juga menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk serta Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta).

Example 300x600

Andra Soni mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Banten. Selain itu, para calon pekerja migran akan mendapatkan pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pelindungan yang memadai sebelum bekerja di luar negeri.

Menurutnya, Banten memiliki potensi besar sebagai daerah asal pekerja migran. Karena itu, program yang diinisiasi pemerintah pusat perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“MoU ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan bagi warga kita untuk berkembang serta berkarya di luar negeri dengan tetap mendapatkan pelindungan dari Pemerintah Republik Indonesia,” kata Andra Soni.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten siap menjalankan program tersebut secara optimal sebagai bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat di daerah.

“Kami sangat antusias dan siap menjalankan program ini dengan sungguh-sungguh. Kami akan serius mendukung pemerintah pusat dalam mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi untuk memperkuat pelindungan pekerja migran dari hulu hingga hilir. Program yang disiapkan mencakup pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga penempatan tenaga kerja secara profesional.

“Ini kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, alumni perguruan tinggi, dan sektor industri. Bagian dari implementasi arahan Bapak Presiden Prabowo dalam memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia dari hulu sampai hilir,” kata Mukhtarudin.

Menurutnya, pemerintah saat ini juga fokus meningkatkan kualitas pekerja migran agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara.

“Sesuai arahan presiden, kita memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki pasar kerja global, khususnya sebagai skilled worker di sektor formal,” paparnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Untirta Lamhot Sinaga menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut melalui jaringan alumni, civitas akademika, tenaga pengajar, serta fasilitas pendidikan yang dimiliki Untirta.

Menurut Lamhot, sumber daya yang dimiliki Untirta dari berbagai disiplin ilmu dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas calon pekerja migran agar lebih siap bersaing di pasar kerja global.

“Esensi program ini adalah membangun ekosistem pekerja migran yang utuh, mulai dari pembinaan, persiapan keberangkatan, penempatan, hingga pelindungan saat kembali ke tanah air. Kami siap berkontribusi agar pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang baik dan perlindungan yang kuat,” ujarnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan. Ia mengatakan perusahaannya akan berkontribusi melalui penyediaan fasilitas pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi calon pekerja migran Indonesia.

“Kami ingin pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang kuat, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan mampu bersaing secara profesional di tingkat global,” kata Akbar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *