Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Imigrasi Banten Gelar Tanam Raya, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

×

Imigrasi Banten Gelar Tanam Raya, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Imigrasi Banten Gelar Tanam Raya, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
Example 468x60

itoday.id | Serang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Banten bersama Pemerintah Kota Serang menggelar kegiatan gerakan Tanam Raya jagung di kawasan Ciracas, Kota Serang, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas instansi untuk mendukung swasembada pangan dan mendorong transformasi ekonomi desa binaan imigrasi.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Banten Felucia Sengky Ratna mengatakan, gerakan tanam jagung merupakan bagian dari program kolaborasi antara Imigrasi dan Pemkot Serang yang juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi (PIMPASA).

Example 300x600

“Tanam raya ini merupakan bentuk kolaborasi kami dengan Pemerintah Kota Serang sekaligus wujud transformasi desa binaan imigrasi. Kami ingin agar kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Felucia.

Ia menjelaskan, kegiatan Tanam Raya melibatkan kelompok tani (Poktan) dari setiap kecamatan. Pembinaannya akan disesuaikan melalui koordinasi dengan Polsek setempat. Untuk tahap awal, kegiatan ini memanfaatkan lahan seluas 32 hektar di Kota Serang dan akan diperluas ke Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Selain menanam jagung, Imigrasi Banten juga berencana mengembangkan komoditas cabai dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten, Polda Banten, serta instansi terkait lainnya. “Kami berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun desa serta mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana arahan Asta Cita Presiden RI,” ujarnya.

Felucia menambahkan, penguatan ekonomi desa menjadi bagian dari strategi Imigrasi dalam mendukung upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).Menurutnya, ketika masyarakat desa sejahtera, keinginan untuk bekerja ke luar negeri secara ilegal akan berkurang.

“Jika ekonomi desa sejahtera, masyarakat tidak lagi tergiur untuk bekerja ke luar negeri secara ilegal. Ini juga membantu kami dalam pencegahan TPPO,” katanya.

Lebih lanjut, Felucia menyebut pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan investor asing dan perusahaan-perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Banten.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga mendorong kolaborasi dengan jajaran pemasyarakatan, yang dinilai memiliki potensi keterampilan masyarakat binaan. “Kami ingin agar imigrasi dan pemasyarakatan bisa sama-sama bersinergi dengan instansi lain dalam membangun masyarakat yang mandiri dan produktif,” tuturnya.

Felucia berharap, program Tanam Raya dan Desa Binaan Imigrasi dapat terus berlanjut dan menjadi program nasional di seluruh Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari semua pihak. Dalam waktu yang singkat, apa yang kami cita-citakan dapat terwujud. Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan dan menjadi contoh nasional,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *