Today.id – MotoGP 2022 sudah memasuki seri kesembilan hari ini di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Perebutan posisi teratas klasemen diprediksi masih bakal terjadi di antara Fabio Quartararo, Aleix Espargaro, dan Francesco Bagnaia. Ketiganya juga yang mengisi slot pembalap terdepan pada balapan yang dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB.
Pemilihan dan manajemen ban diyakini bakal menjadi faktor penting untuk memenangkan balapan. Hal itu diungkapkan Fabio Quartararo yang akan mulai balapan di belakang Aleix dan Pecco. Menurutnya, dua rivalnya itu tidak terpengaruh oleh kondisi grip yang minim karena prototipe Aprilia dan Ducati menawarkan lebih banyak torsi.
“Itu adalah pertarungan besar. Sebab, kami benar-benar kesulitan dengan motor kemarin (Jumat). Saya membalap dengan baik, tetapi saya hanya kehilangan grip,” ujar Quartararo dilansir Canal+.
“Anda harus memberikan 100 persen pada ban. Dibandingkan dua motor yang berada di sebelah saya (Aprilia dan Ducati), memang benar itu rumit. Mereka punya traksi lebih, power yang lebih besar. Sehingga membuat kami sedikit ketinggalan dari mereka. Tetapi yang pasti rasanya menyenangkan ada di barisan depan setelah akhir pekan yang sangat rumit. Ini adalah hari yang positif, jadi saya senang,” terang pembalap Perancis itu.
El Diablo pun merasa puas dengan posisi ketiga di grid balapan GP Catalunya. Ini memberikannya keyakinan untuk bertarung merebut kemenangan.
Menurut rider 23 tahun itu, lompatan besar dibuat selama Sabtu. Hal itu terutama karena ban yang dipasang selama sesi, serta beberapa perubahan set-up pada M1, tetapi ia memastikan tidak mengubah apa pun saat berkendara.
“Kemarin (Jumat), feeling saya bagus, tetapi tidak ada grip sama sekali. Saya merasa seperti kemarin saya membalap seperti hari ini, namun dengan grip lebih banyak di bagian belakang,” ungkapnya.
Hal yang senada juga diutarakan pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins yang mengalami kesulitan sepanjang sesi kualifikasi. Temperatur tinggi mengancam karena abrasif terhadap ban. Ia sedikit pesimistis terkait dengan performanya dalam balapan ketika menyaksikan tiga pembalap paling kencang.
Menurutnya, pemenang balapan adalah mereka yang mampu mengelola lomba dengan sangat baik. “Kami memulai lebih baik daripada beberapa balapan terakhir, jadi posisi ini telah kami menangi sejak awal. Ini akan jadi waktu untuk memulai dengan baik dan tampil bagus saat start. Sejujurnya, saya gembira dengan kualifikasi,” terang Rins.
“Besok (hari ini) akan tentang manajemen balapan. Ban harus dikelola dengan sangat baik. Aleix Espargaro menjalani banyak lap pada free practice 3, sangat kencang. Sekira 1:39, tapi saya tidak tahu jika ban akan bertahan pada akhirnya. Saya kira kunci untuk balapan besok adalah memulai dengan baik, mengelola ban sebaik mungkin. Jadi, pemenang didapat siapa yang paling jago mengatur ban,” paparnya.
Apa yang disampaikan Rins tersebut menjadi pengingat bagi Suzuki. Rins akan berdiskusi dengan tim untuk menentukan opsi ban.
“Saya akan mencoba merawat ban. Jika kami punya kesempatan memimpin dan melaju, saya akan mencoba. Tapi itu akan sulit, karena kadang Anda ingin memimpin dan meminta terlalu banyak pada ban. Jadi kita akan lihat selama lomba,” katanya.
“Kami belum memasang ban keras sepanjang akhir pekan ini dan saya tak mau ambil risiko. Dan bagian belakang, kami masih memutuskan antara ban medium dan keras. Ban medium lebih mudah menurun dibanding yang keras, tapi itu lebih punya grip untuk balapan. Ban keras butuh beberapa lap untuk pemanasan, jadi saya tidak tahu apa yang akan kami pilih akhirnya.”
Rins berpendapat, memimpin setidaknya delapan lap bisa membuka kans menang jauh lebih lebar. “Itu seharusnya balapan normal. Pada akhirnya, jika kami mampu menyalip di awal balapan dan maju ke posisi kelima, keempat, saya pikir kami bisa melaju dengan para pembalap di depan,” ujarnya.(Red)

















