itoday.id | Serang – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten telah menjangkau sekitar 7,2 juta warga. Gubernur Banten Andra Soni menyebut capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Andra mengatakan, partisipasi masyarakat dalam program CKG terus meningkat. Di Kota Serang, misalnya, pelaksanaan CKG telah menjangkau 56 persen atau sekitar 419 ribu warga.
“Alhamdulillah, program cek kesehatan ini diminati oleh masyarakat. Untuk Kota Serang sendiri, capaiannya telah mencapai 56 persen atau setara dengan 419 ribu warga yang telah memeriksakan kesehatannya,” ujar Andra saat meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Gelanggang Remaja (GGR) Ciceri, Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/10/2026).
Menurut Andra, CKG menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Pemeriksaan yang diberikan meliputi gula darah, tekanan darah, kolesterol total, trigliserida, High-Density Lipoprotein (HDL), hingga pemeriksaan paru-paru atau toraks.
“CKG ini penting sebagai upaya kita menuju hidup sehat. Kami berharap masyarakat semakin peduli dengan kondisi kesehatannya masing-masing,” katanya.
Salah seorang warga Kota Serang, Aan (53), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis dapat memberikan peringatan dini mengenai kondisi tubuh.
“Alhamdulillah, dengan adanya CKG ini kita bisa tahu kondisi kesehatan kita, jadi bisa lebih mengingatkan untuk terus berjaga-jaga dan menjaga kesehatan,” ujar Aan.
Hal serupa disampaikan Rumini (58). Dia mengatakan program CKG meringankan masyarakat karena warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus obat sesuai hasil diagnosis.
“Sangat terbantu. Kita bisa cek kesehatan dan langsung diberikan obatnya juga. Terima kasih atas adanya program ini,” kata Rumini.
Selain CKG, Pemprov Banten juga menggencarkan program Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB). Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus dan pengobatan pasien TBC hingga sembuh.
Andra mengatakan TBC merupakan penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius. Dia menyebut Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan sebaran TBC tertinggi di dunia.
“TBC merupakan salah satu penyakit menular yang perlu diantisipasi secara serius, mengingat Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua sebaran TBC tertinggi di dunia,” ujarnya.
Andra menyebut Banten saat ini menjadi salah satu daerah dengan capaian penemuan kasus baru TBC yang tinggi. Menurutnya, tingginya angka penemuan kasus tidak perlu ditutupi karena menunjukkan adanya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat.
“Ini menandakan bahwa Dinas Kesehatan kita telah bekerja sama secara masif dengan masyarakat untuk menemukan para pasien TBC di lapangan, untuk kemudian segera diobati sampai sembuh total,” pungkasnya.

















