Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Pemprov Banten Siapkan Elektrifikasi dan Double Track KA Rangkasbitung-Merak

×

Pemprov Banten Siapkan Elektrifikasi dan Double Track KA Rangkasbitung-Merak

Sebarkan artikel ini
Pemprov Banten Siapkan Elektrifikasi dan Double Track KA Rangkasbitung-Merak
Example 468x60

itoday.id | Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung-Merak. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan rencana tersebut merupakan respons atas kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang lebih cepat, terintegrasi, dan mampu menampung peningkatan jumlah penumpang.

Example 300x600

“Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” kata Andra dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

Andra mengatakan rencana elektrifikasi tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Namun, program itu belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra).

Karena kewenangan pembangunan berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Banten kini menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS). Dokumen tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan kelayakan proyek dari sisi operasional dan pembiayaan.

“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut Andra, peningkatan kapasitas transportasi kereta api semakin mendesak. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pada 2025 mencapai 77,5 juta orang.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 85 juta penumpang pada 2026. Sementara tingkat keterisian penumpang pada jam sibuk telah mencapai 161 persen.

Proyek elektrifikasi Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 1,29 triliun. Berdasarkan studi kelayakan, kapasitas layanan harian diproyeksikan meningkat dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

Pembangunan jalur tersebut rencananya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dari lintas Rangkasbitung-Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga berakhir di Merak.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah Pemprov Banten menindaklanjuti rencana pengembangan KRL hingga wilayah Banten bagian barat. Dia menilai penyusunan FS menjadi tahapan penting untuk membawa usulan tersebut ke pemerintah pusat.

Menurut Budi, peningkatan konektivitas kereta api tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi warga Kota Serang.

“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” kata Budi.

Dia berharap proses pembangunan dapat dilanjutkan pada 2027 melalui Kemenhub sesuai komitmen yang telah dibangun.

Budi juga mengungkapkan adanya rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya sebagai bagian dari pengembangan konektivitas jalur kereta api tersebut.

“Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *