itoday.id | Serang – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas mengajak para guru untuk memperkuat pola komunikasi dalam proses pembelajaran, khususnya kepada siswa generasi alpha yang lahir pada rentang 2010 hingga sekitar 2024.
Hal itu disampaikan Najib Hamas usai menjadi keynote speaker pada Seminar Pendidikan bagi Guru BK SD dan SMP yang digelar Nurul Fikri Boarding School di Aula TB Suwandi, Sabtu (17/1).
Menurut Najib, generasi alpha memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya karena sangat akrab dengan dunia digital. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik.
“Sebagaimana kita ketahui, generasi alpha sangat dekat dengan dunia digital. Mereka cenderung serba instan dan sangat peduli terhadap konten-konten digital,” kata Najib.
Ia menilai, pembelajaran dan komunikasi guru kepada siswa harus mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak. Para guru juga perlu meningkatkan kapasitas dalam menyampaikan narasi pembelajaran agar konteksnya mudah dipahami oleh siswa generasi alpha.
“Seorang pendidik harus bisa menurunkan egonya. Guru perlu mulai berposisi sebagai pendamping yang mendampingi anak didik, supaya pola komunikasi dengan siswa bisa lebih akrab,” ujarnya.
Najib menambahkan, siswa generasi alpha umumnya sudah terpapar ilmu dari berbagai sumber digital dan terhubung dengan dunia global. Karena itu, kurikulum yang diamanatkan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan harus dikemas dengan pola komunikasi yang tepat dan persuasif.
“Ini tantangan ke depan. Kurikulum harus disampaikan dengan cara yang pas agar diterima oleh anak-anak generasi alpha,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Humas Ponpes Nurul Fikri Boarding School Serang, Hari Untung Maulana, mengatakan seminar bimbingan konseling bagi guru BK SD dan SMP ini diharapkan dapat membekali para guru dalam mendampingi anak-anak generasi alpha agar kembali ke akar nilai-nilai sosial.
“Anak-anak sekarang sudah terpapar gadget. Kita ingin mereka kembali ke lingkungan sosial yang nyata, mengenal tetangga, berinteraksi dengan keluarga, bukan hanya dengan teman-teman di HP,” ujarnya.
Ia berharap melalui materi yang disampaikan para narasumber, para guru dapat membantu siswa untuk lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Anak-anak diharapkan mau ngobrol dengan orang tua, bermain dengan teman-temannya di lapangan, dan membangun hubungan sosial yang sehat,” pungkasnya.

















