Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Gubernur Banten Bantu Toren POC-Biogas untuk Kurangi Sampah Organik di Tangsel

×

Gubernur Banten Bantu Toren POC-Biogas untuk Kurangi Sampah Organik di Tangsel

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Bantu Toren POC-Biogas untuk Kurangi Sampah Organik di Tangsel
Example 468x60

itoday.id | Tangerang Selatan – Gubernur Banten Andra Soni memberikan bantuan toren Pupuk Organik Cair (POC) dan biogas kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk membantu mengurangi timbunan sampah, khususnya sampah organik dari sumber rumah tangga.

Toren POC dan biogas tersebut mampu mengolah hingga 100 kilogram sampah organik per hari. Selain menghasilkan pupuk cair, alat ini juga memproduksi biogas yang bisa dimanfaatkan untuk memasak selama 30 hingga 60 menit per hari.

Example 300x600

Inisiator program Toren POC dan Biogas sekaligus Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menjelaskan bantuan itu berasal dari dana pribadi Gubernur Andra Soni dan tidak menggunakan anggaran APBD.

“Pak Gubernur Andra punya perhatian serius terhadap persoalan sampah di Tangsel. Sambil menunggu Aglomerasi PSEL beroperasi, beliau ingin ada langkah konkret jangka pendek untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” kata Ade, Minggu (18/1/2026).

Ade menambahkan, selain memberikan fasilitas, Gubernur juga mengarahkan agar dilakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat supaya mampu mengelola sampah dari rumah masing-masing.

“Kalau sekadar alat, siapa pun bisa buat. Tantangannya justru pada pendampingan dan edukasi masyarakat agar hanya residu yang dibuang ke TPS atau TPA. Insyaallah dengan pendampingan berkelanjutan, semangat zero waste bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Kecamatan Serpong, Tangsel, Anita Yuliana, mengapresiasi bantuan dan perhatian dari Gubernur Banten.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas fasilitas dan pendampingan yang diberikan. Di tengah darurat sampah dan keterbatasan, dukungan ini membuat kami kembali bersemangat,” kata Anita.

Menurutnya, pengelolaan sampah organik menjadi tantangan tersendiri di wilayahnya. Upaya budidaya maggot yang sempat dilakukan belum berhasil maksimal karena membutuhkan ketekunan tinggi.

“Kami pernah coba maggot, tapi memang tidak mudah. Mudah-mudahan dengan adanya toren POC ini, pengolahan sampah organik di komplek kami bisa lebih tertangani,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *