Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NewsPolitics

Airlangga: Perubahan iklim dan ketimpangan masih jadi tantangan 2045

×

Airlangga: Perubahan iklim dan ketimpangan masih jadi tantangan 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

itoday.id, JAKARTA | Perubahan iklim dan ketimpangan masih akan jadi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia pada 2045, kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, Airlangga Hartarto mengusulkan ekonomi dan program-program pembangunan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif demi mengatasi tantangan tersebut.

Example 300x600

Airlangga saat menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk “Demokrasi, Kebangsaan, dan Kesejahteraan” menempatkan dampak perubahan iklim sebagai isu pertama yang masih akan dihadapi oleh Indonesia pada tahun 2045.

Di samping perubahan iklim, dia juga menyebut antara lain menipisnya sumber daya alam, perkembangan demografi yang kemungkinan akan didominasi oleh masyarakat berusia tua, urbanisasi, dan ketimpangan ekonomi.

Proyeksi pada tahun 2045 jadi fokus pidato Airlangga karena Partai Golkar membuat Visi Negara Kesejahteraan 2045. Partai Golkar, sebagaimana dikutip dari pidato Airlangga, juga optimistis Indonesia akan jadi negara maju pada tahun 2045.

Airlangga saat berbicara pada salah satu rangkaian acara jelang HUT Ke-50 CSIS menyebutkan tantangan perubahan iklim merupakan isu global yang harus dihadapi.

Pemanasan global pada tahun 2017, kata dia, sudah mencapai 1 persen level di atas praindustrialisasi. Diproyeksikan oleh para ahli dengan kecepatan polusi dan emisi gas seperti sekarang maka bisa mencapai kenaikan hingga 2,5 persen pada tahun 2050 dan dampak kenaikannya akan sangat berat dan menjadi tidak terkendali lagi.

Terkait dengan masalah populasi dan urbanisasi, Airlangga berpendapat bahwa Indonesia ke depan akan menghadapi masalah populasi yang menua karena turunnya tingkat kelahiran.

“Namun, jika pada usia lanjut masyarakat tetap sehat dan produktif, pintu kesempatan terbuka bagi masyarakat usia lanjut pun bisa tetap produktif,” ujar Airlangga.

Terkait dengan urbanisasi, dia menyampaikan tren perpindahan dari desa ke kota itu akan tetap berlangsung sehingga salah satu tantangannya menyiapkan perumahan yang terjangkau untuk masyarakat.

Menyinggung soal isu ketimpangan, dia berpendapat salah satu penyebabnya karena masih ada kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi.

“Potensi ketimpangan kesehatan dan pendidikan yang disebabkan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang cepat, ikut berperan menambah ketimpangan antarkelompok masyarakat,” katanya menerangkan.

Setidaknya ada tiga langkah utama yang diusulkan oleh Airlangga untuk menghadapi ragam masalah dan tantangan pada tahun 2045, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, terakhir penguatan ketahanan sosial dan nilai-nilai kebangsaan.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *