itoday.id | Serang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar pelatihan penanggulangan bencana erupsi gunung api dan megathrust, Sabtu.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Banten Barron Ichsan, Sekretaris BPBD Provinsi Banten, serta para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di wilayah Banten.
Barron mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun sejak dini agar seluruh pegawai memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat.
Menurut dia, pemahaman tersebut penting untuk memastikan keselamatan pegawai dan orang-orang di lingkungan kerja menjadi prioritas saat bencana terjadi.
“Pelatihan ini bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran dan kesiapan seluruh jajaran terhadap risiko bencana,” kata Barron dalam keterangannya, Sabtu.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan BPBD Banten diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai mitigasi bencana, prosedur evakuasi, hingga tindakan penyelamatan dalam kondisi darurat.
Pelatihan tersebut secara khusus membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi gunung api dan gempa bumi yang berkaitan dengan ancaman megathrust. Para peserta diharapkan mampu memahami langkah mitigasi dan menerapkan prosedur penanganan keadaan darurat secara tepat.
Kolaborasi Kanwil Ditjen Imigrasi Banten dan BPBD Banten juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi risiko bencana.
Kesiapsiagaan dinilai penting tidak hanya untuk melindungi pegawai, tetapi juga masyarakat yang mengakses layanan keimigrasian serta menjaga keberlangsungan pelayanan dan tugas organisasi saat terjadi keadaan darurat.
Melalui pelatihan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Banten menyatakan akan terus membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan.

















