itoday.id | Serang – Lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menjadi perhatian warga. Pasalnya, bangunan koperasi berada di kawasan yang berdekatan dengan titik munculnya fenomena lumpur dan aroma belerang alami.
Meski demikian, warga menegaskan gedung koperasi tidak dibangun tepat di atas kubangan lumpur aktif.
Pantauan di lokasi, Jumat (7/8/2026), bangunan Koperasi Desa Merah Putih masih dalam tahap penyelesaian. Gedung tersebut dibangun di atas tanah bengkok milik Pemerintah Desa Cimaung yang selama bertahun-tahun disebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Saat memasuki kawasan pembangunan, aroma belerang mulai tercium. Titik fenomena lumpur belerang berada sekitar 20 meter di belakang bangunan koperasi.
Di sekitar lokasi terlihat hamparan tanah berwarna abu-abu yang merupakan endapan lumpur lama. Saat musim kemarau, kondisi tanah tampak kering dan retak-retak. Tidak terlihat genangan air maupun gelembung di permukaan tanah.
Warga setempat menyebut fenomena lumpur dan aroma belerang tersebut sudah lama dikenal masyarakat. Gelembung serta bau belerang biasanya muncul ketika musim hujan atau saat area tersebut tertutup air.
“Kalau musim hujan atau ada air, di belakang bangunan ini sering muncul gelembung dan bau belerang,” kata Nurani warga Desa Cimaung.
Nurani, mengatakan pembangunan gedung koperasi telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Dia membenarkan lokasi koperasi berdekatan dengan kawasan yang mengeluarkan aroma belerang.
“Bau belerangnya memang tercium, bahkan sampai ke pemukiman warga sekitar,” ujar Nurani.
Menurut warga, fenomena tersebut merupakan kondisi alam yang telah berlangsung sejak lama dan sudah diketahui masyarakat sekitar.
Warga berharap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya. Fenomena lumpur dan aroma belerang di kawasan tersebut juga diharapkan menjadi perhatian agar aktivitas koperasi nantinya tetap aman dan nyaman bagi masyarakat

















