Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Andra Soni Siapkan 2 SMK Vokasi Percontohan di Kawasan Industri Banten

×

Andra Soni Siapkan 2 SMK Vokasi Percontohan di Kawasan Industri Banten

Sebarkan artikel ini
Andra Soni Siapkan 2 SMK Vokasi Percontohan di Kawasan Industri Banten
Example 468x60

itoday.id | Serang – Gubernur Andra Soni menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri guna mencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja di Provinsi Banten. Dua sekolah menengah kejuruan (SMK) bakal dijadikan proyek percontohan di kawasan industri Kabupaten Serang dan Kota Serang.

Dua lokasi yang disiapkan yakni di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang. Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah melakukan feasibility study (FS) di kedua lokasi tersebut.

Example 300x600

Kajian itu dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek seperti lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, jumlah SMK di wilayah sekitar hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra Soni saat menerima kunjungan pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (14/5).

Andra mengatakan, pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja atau link and match menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten.

Menurutnya, pola pendidikan yang telah diterapkan Yayasan SMK Mitra Industri di sejumlah daerah dinilai cocok diterapkan di Banten. Terlebih, Banten memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga ibu kota dan jalur penghubung Pulau Jawa-Sumatera.

Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Provinsi Banten, mulai dari industri kecil hingga besar. Karena itu, lulusan SMK diharapkan dapat terserap sebagai tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto mengatakan pendidikan karakter menjadi salah satu program unggulan sekolah vokasi yang mereka kelola.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ujarnya.

Darwoto menjelaskan, hasil kajian sementara menunjukkan persaingan mendapatkan peserta didik di kedua wilayah cukup tinggi. Sebab, jumlah siswa SMA dan SMK lebih besar dibandingkan lulusan SMP.

Selain itu, jurusan di SMK sekitar kawasan industri dinilai belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri. Saat ini, mayoritas SMK masih didominasi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sementara kebutuhan industri lebih banyak pada sektor manufaktur dan pekerjaan logam.

“Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK itu lebih kepada kebutuhan tenaga kerja di industri, seperti manajemen logistik, teknis pengelasan, teknis mekatronika dan teknis pemesinan,” katanya.

Ia juga menjelaskan terdapat dua skema kerja sama yang bisa diterapkan antara yayasan dan Pemprov Banten, yakni partnership dan kolaborasi sesuai Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014.

Menurut Darwoto, skema partnership diterapkan di Mojokerto, di mana aset sekolah dimiliki pihak sekolah sementara operasional dikelola yayasan. Sedangkan model kolaborasi diterapkan di Deltamas dengan kerja sama kurikulum dan supervisi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Jamaludin menyebut masih ada sejumlah pekerjaan rumah di sektor pendidikan vokasi. Salah satunya menekan angka putus sekolah dan pengangguran lulusan SMK.

Ia menilai penyesuaian jurusan sesuai kebutuhan industri menjadi langkah penting agar lulusan SMK lebih mudah terserap dunia kerja.

“Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *