itoday.id | Tangerang – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Tangerang pada Senin (19/10) dalam keterangan resminya mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 2,77 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut mencapai 81,95 persen dari target penerimaan tahunan sebesar Rp 3,38 triliun.
Berdasarkan data Januari hingga September 2026, realisasi penerimaan Bea Cukai Tangerang mencapai Rp 2.773.950.135.080 dari target tahunan Rp 3.384.913.192.000. Angka tersebut melampaui target capaian sementara hingga September sebesar Rp 362,73 miliar.
Dari dua komponen utama penerimaan, Bea Masuk tercatat sebesar Rp 101,44 miliar atau 62,99 persen dari target tahunan Rp 161,03 miliar. Sementara itu, penerimaan cukai mencapai Rp 2,67 triliun atau 82,90 persen dari target sebesar Rp 3,22 triliun.
Penerimaan cukai menjadi kontributor utama dengan dukungan sejumlah komponen. Cukai Minuman yang Mengandung Etil Alkohol (MMEA) mencapai Rp 2,35 triliun atau 83,17 persen dari target. Adapun cukai Hasil Tembakau (HT) tercatat sebesar Rp 316,92 miliar atau 82,14 persen dari target.
Sementara itu, penerimaan cukai Etil Alkohol (EA) mencapai Rp 7,29 miliar atau 145,40 persen dari target tahunan sebesar Rp 5,02 miliar.
Kinerja penerimaan juga didukung realisasi pada September 2026 yang melampaui target bulanan. Penerimaan Bea Masuk mencapai 107,23 persen dari target bulanan, sedangkan penerimaan cukai mencapai 109,08 persen dari target yang ditetapkan.
Selain penerimaan reguler, Bea Cukai Tangerang melakukan optimalisasi melalui upaya tambahan atau extra effort. Pada September 2026, upaya tersebut menghasilkan penerimaan Bea Masuk sebesar Rp 1,09 miliar yang berasal dari dokumen SPP, SPSA, dan SPKTNP.
Adapun extra effort penerimaan cukai mencapai Rp 334,67 juta, yang berasal dari dokumen UR, STCK-1, dan SPPBP-1.
Dalam pengelolaan penerimaan, Bea Cukai Tangerang juga memperhitungkan faktor pengurang berupa restitusi. Pada Januari hingga April 2026, terdapat restitusi cukai Hasil Tembakau dan MMEA. Sementara itu, restitusi pabean tercatat pada Mei 2026.
Meski realisasi penerimaan hingga September telah melampaui target sementara, Bea Cukai Tangerang masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target tahunan, terutama pada sektor Bea Masuk.
Berdasarkan analisis tren penerimaan secara tahunan atau year-on-year, pertumbuhan impor nasional, tarif efektif Bea Masuk nasional, serta faktor lainnya, realisasi Bea Masuk pada Oktober hingga Desember 2026 diproyeksikan belum dapat mencapai target yang ditetapkan.
Evaluasi berkala terhadap perkembangan penerimaan dan optimalisasi potensi penerimaan akan terus dilakukan untuk menjaga kinerja kepabeanan dan cukai.
Melalui penguatan pengawasan, peningkatan pelayanan, serta optimalisasi penerimaan sesuai ketentuan yang berlaku, Bea Cukai Tangerang berkomitmen mendukung pencapaian target penerimaan negara dan pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai secara berkelanjutan.

















