Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Bupati Serang Buka Bedolan Pamarayan, Warga Antusias Tangkap Ikan Massal

×

Bupati Serang Buka Bedolan Pamarayan, Warga Antusias Tangkap Ikan Massal

Sebarkan artikel ini
Bupati Serang Buka Bedolan Pamarayan, Warga Antusias Tangkap Ikan Massal
Example 468x60

itoday.id | Serang – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah membuka tradisi Bedolan Pamarayan di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026). Tradisi turun-temurun yang kembali digelar setelah beberapa tahun vakum ini disambut antusias ribuan warga.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan masyarakat dalam Bedolan Pamarayan adalah menangkap ikan secara massal di sungai yang airnya dikeringkan.

Example 300x600

“Alhamdulillah, hari ini kita membuka kegiatan Bedolan Pamarayan. Tradisi ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Cikeusal,” kata Ratu Zakiyah kepada wartawan usai membuka kegiatan.

Ratu Zakiyah mengatakan, Bedolan Pamarayan merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak zaman kolonial. Namun, kegiatan tersebut sempat tidak dilaksanakan selama beberapa tahun hingga akhirnya kembali digelar pada 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Serang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) telah berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko selama kegiatan berlangsung.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah derasnya aliran Sungai Pamarayan yang berpotensi menimbulkan longsor dan membahayakan warga.

“Insyaallah sudah kita antisipasi dan hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga dan mengawasi segala sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Pemkab Serang juga melibatkan sejumlah instansi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama tradisi berlangsung. Di antaranya personel Polisi Air (Polair), Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ratu Zakiyah mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan saat mengikuti kegiatan menangkap ikan massal. Dia meminta warga tidak memaksakan diri mengambil ikan hingga mengabaikan keselamatan.

“Tadi saya sampaikan kepada seluruh warga yang hadir di sini, nikmati kegiatan ini, ambil keberkahannya, dan yang lebih penting adalah menjaga keselamatan jiwa. Tidak ada ikan yang berharga kecuali keselamatan jiwa. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilo, keselamatan jiwa diabaikan,” tegasnya.

Dia juga meminta para orang tua mengawasi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung agar tidak terjadi insiden yang membahayakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan tradisi Bedolan Pamarayan tidak hanya menjadi kegiatan budaya masyarakat, tetapi juga bertujuan untuk mengecek kondisi bangunan bendungan dan membuka pintu air.

Menurutnya, pembukaan pintu air dalam kegiatan tersebut dilakukan secara terbatas, yakni selama tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Pintu yang dibuka hanya pintu air bagian timur.

” Kegiatan ini bagus, utamanya untuk pengecekan bangunan-bangunan sebenarnya. Biasanya begitu. Nah, ini dampaknya ke pertanian. Pintu air yang dibuka hanya tiga jam, jam 10 sampai dengan jam 13, dan yang dibuka saja pintu timur,” kata Suhardjo.

Dia menjelaskan, wilayah yang terdampak pengaturan aliran air tersebut meliputi Pamarayan, Bandung, Kibin, Tanara, dan Carenang.

Suhardjo memastikan pembukaan pintu air tersebut diharapkan tidak mengganggu masa panen petani. Aliran air diperkirakan kembali normal dalam waktu lima hingga tujuh hari.

“Kalau panen, insyaallah tidak berpengaruh. Untuk pemulihannya butuh waktu lima sampai tujuh hari. Jadi, setelah lima sampai tujuh hari normal kembali, aliran normal. Sehingga dampaknya insyaallah bisa diminimalisir,” jelasnya.

Suhardjo menambahkan, pelaksanaan Bedolan Pamarayan tahun ini akan dievaluasi untuk menentukan kelanjutan kegiatan tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Dia menyebut, kegiatan serupa terakhir dilaksanakan pada 2019 sebelum terhenti akibat pandemi COVID-19.

“Nanti kita evaluasi dulu. Terakhir kemarin 2019, saat saya masih menjabat di Dinas Perikanan. Setelah itu COVID-19, baru tahun ini dilaksanakan kembali,” ujarnya.

Menurut Suhardjo, hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk menentukan apakah tradisi tersebut dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Meski demikian, dia menegaskan pengecekan bangunan bendungan tetap menjadi kegiatan penting yang perlu dilaksanakan secara berkala setiap tahun.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *