Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
BeritaLifestyleNews

Warga BAP 1 Unyur Keluhkan Proyek Drainase, Soroti Keselamatan dan Kerusakan Conblock

×

Warga BAP 1 Unyur Keluhkan Proyek Drainase, Soroti Keselamatan dan Kerusakan Conblock

Sebarkan artikel ini
Warga BAP 1 Unyur Keluhkan Proyek Drainase, Soroti Keselamatan dan Kerusakan Conblock
Example 468x60

.

itoday.id | Serang – Sejumlah warga BAP 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, mengeluhkan dampak pengerjaan proyek pembangunan drainase yang dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Example 300x600

Warga mendukung pembangunan tersebut untuk mengatasi persoalan banjir, tetapi meminta pihak pelaksana memperhatikan kualitas material, keselamatan kerja, serta dampak lingkungan selama proses pengerjaan

Heri dan Dedi, warga BAP 1, mengatakan pembangunan drainase pada prinsipnya sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya, mereka menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pihak pelaksana proyek.

“Persoalan yang kami disoroti antara lain material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, jumlah tenaga kerja yang dinilai belum memadai, serta pelaksanaan pekerjaan yang dianggap belum memperhatikan aspek keselamatan secara optimal,” ujar Heri, Minggu 11/10/2026 saat melihat di lokasi proyek.

Selain itu, aktivitas pengangkutan dan penempatan material atau disposal dinilai belum tertata dengan baik. Kondisi tersebut turut mengganggu lalu lalang warga yang sehari-hari melintasi area pengerjaan drainase.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 04, Arif Tirtana. Ia menilai pihak pelaksana perlu lebih memperhatikan standar keselamatan kerja, baik bagi para pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.

“Pekerjanya sendiri kurang memperhatikan keselamatan. Untuk keselamatan warga juga belum terlihat adanya pembatas yang memadai. Semuanya sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Arif menambahkan, keberadaan papan informasi proyek dinilai belum cukup untuk menjamin keamanan di lokasi pekerjaan. Menurutnya, perlu ada perlengkapan keselamatan dan pembatas yang memadai agar masyarakat tidak bersentuhan langsung dengan area proyek yang berisiko.

Ia juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang melintas atau bermain di sekitar lokasi. Karena itu, area pekerjaan yang berbahaya dinilai perlu ditutup atau diberi pengamanan yang layak.

Dampak pekerjaan juga dikeluhkan karena aktivitas kendaraan pengangkut material bermuatan berat diduga mulai merusak conblock yang sebelumnya dipasang melalui bantuan pemerintah.

Warga berharap kerusakan tersebut mendapat perhatian dan diperbaiki oleh pihak terkait.

“Kami meminta kontraktor segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pelaksanaan pekerjaan, terutama pada aspek keselamatan, kerapian lingkungan, dan perlindungan fasilitas umum,” katanya.

Mereka juga berharap sisa pekerjaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.

“Dengan sisa pekerjaan yang ada, semestinya mulai dilakukan perbaikan. Apalagi, semakin ke depan lokasi pekerjaan berdekatan dengan aktivitas warga yang lebih padat,” kata Arif melanjutkan.

Warga berharap pembangunan drainase tidak hanya menghasilkan saluran yang bermanfaat untuk mengurangi banjir, tetapi juga dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat, kualitas pekerjaan, dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Perlu diketahui proyek drainase yang didanai dari APBD Banten menelan anggaran RP 9.116816290,00( 9 miliar 116.8 16.290.000 jenis pekerjaan pembangunan drainase pengendali banjir kota Serang yang dilaksanakan atau dimenangkan oleh CV Naga Hitam Kusuma, dengan nomor kontrak 6 00.141/131.29.dpupl/2026 yang estimasi kerjanya selama 120 hari.

Namun estimasi pembanguanan selesai pada Desember 2026 diragukan warga BAP 1, karena sampai berita ini ditulis pantauan dilapangan baru sekitar 30 persen pengerjaannya. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *