Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV ITODAY
NewsOpinionPemerintahan

Jenazah Ditemukan di Bengkulu Teridentifikasi ABK KM Arupadhatu 1

×

Jenazah Ditemukan di Bengkulu Teridentifikasi ABK KM Arupadhatu 1

Sebarkan artikel ini
Jenazah Ditemukan di Bengkulu Teridentifikasi ABK KM Arupadhatu 1
Example 468x60

itoday.id | Serang – Polda Banten memastikan jenazah laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Korban diketahui bernama Surakman alias Sukarman (60).

Identitas korban dipastikan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan DNA dan mencocokkannya dengan data keluarga.

Example 300x600

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan hubungan biologis antara jenazah dengan anak kandung korban.

“Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano telah teridentifikasi sebagai Surakman, salah satu kru kapal Arupadhatu 1,” kata Hengki.

Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan pada 12 September 2026 di kawasan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Saat ditemukan, jenazah masih berstatus Mr X.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Cessna dari Pulau Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi.

Dalam proses tersebut, Polda Banten mengirimkan data antemortem keluarga korban untuk dicocokkan dengan data postmortem jenazah. Tim DVI melakukan pemeriksaan data primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA.

Sampel DNA jenazah kemudian dibandingkan dengan sampel DNA putra kandung Surakman, Yayat. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan DNA antara jenazah dengan keluarga korban.

Yayat juga mengenali ciri pakaian yang dikenakan jenazah. Menurutnya, pakaian tersebut sesuai dengan yang biasa dikenakan ayahnya.

“Kalau dilihat dari celana, sesuai, itu ayah saya,” kata Yayat.

KM Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026). Kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Saat itu, kapal membawa delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu setelah menerima informasi penemuan jenazah di Pulau Enggano. Koordinasi dilakukan untuk memastikan identitas korban yang diduga berkaitan dengan insiden hilangnya KM Arupadhatu 1.

Jenazah Surakman rencananya diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026). Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada keluarga di Pandeglang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *